Foto: ilustrasi

SUMENEP – Dana Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu terdampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dari Kementerian Sosial RI di Desa Torjek, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Madura-Jawa Timur, terindikasi dipotong hingga ratusan ribu rupiah.

Halilurrahman salah seorang tokoh pemuda desa setempat menyampaikan, berdasarkan penelusurannya pemotongan itu bervariasi, mulai dari Rp20.000, Rp50.000, Rp100.000, Rp200.000 hingga Rp300.000, yang dilakukan oleh oknum Kadus, RW, yang tak lain adalah aparat Desa Torjek.

Dengan besaran bantuan Rp1.800.000 karena disebutkannya sudah tidak ada pencairan lagi karena dijadikan satu kali pencarian dari bulan pertama, kedua dan ketiga yang setiap bulan mendapatkan Rp600.000 per penerima.

Ia membeberkan, saat ini data yang sudah dikantongi ada sebanyak 17 orang penerima BST yang telah memberikan pengakuan pembuktian.

“17 orang ini sesuai pengakuan mereka kepada kami, dan sudah membuat pernyataan secara tertulis kalau dana itu dipotong. Yang terjadi di lima dusun,” jelas Halilurrahman, Minggu (28/6/2020), seraya menyatakan jumlah itu masih sementara karena masih ada dua dusun lagi yang ditelusuri.

“Yakni di Dusun Pondok Kelor sebanyak 10 orang dipotong 100 ribu-an, Dusun Paregi ada 2 orang dipotong juga 100 ribu-an, dengan alasan untuk penggantian berkas-berkas. Terus di Dusun Kaji Sara ada 1 orang dipotong 300 ribu, alasannya karena diwakilkan dan uang berkas-berkas,” terangnya.

Selanjutnya kata lilur sapaan akrabnya, di Dusun Aeng Butun dan Dusun Aeng Lombi, juga ditemukan pemotongan, antara Rp50.000, Rp100.000 hingga Rp200.000.

“Di Dusun Aeng Butun sama juga diwakilkan karena penerima tidak bisa, setelah diwakilkan ternyata dipotong juga oleh Kadusnya sebesar 200 ribu, jadi mereka menerima 1 juta 600 ribu,” ungkapnya.