SUMENEP I LIPUTAN12 - Persoalan kualitas menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, kian mengkhawatirkan.

Dugaan pendistribusian makanan basi dan berbau tidak sedap oleh SPPG Syita Ananta Talang kini tak lagi sebatas keluhan, tetapi berdampak pada kesehatan siswa.

Sejumlah siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG. Kondisi ini memicu keresahan sekaligus protes dari para wali murid yang menilai masalah tersebut bukan kejadian pertama.

Fajar, wali murid SDN Juluk II, membenarkan adanya siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.

“Memang benar ada siswa yang mengalami keracunan di SDN Juluk II. Saya mengetahui langsung karena anak saya sekolah di sana,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Ia menilai, masalah kualitas makanan dalam program MBG telah terjadi berulang kali tanpa perbaikan yang berarti.

"Ini bukan yang pertama. Sudah beberapa kali terjadi. Pernah ada makanan yang tidak layak, bahkan ditemukan ulat dan kondisi sudah busuk. Kami sebagai orang tua tentu tidak bisa menerima," tegasnya.

Menurutnya, jika pengelolaan dan pengawasan berjalan dengan baik, kejadian serupa seharusnya bisa dihindari.

“Anggaran untuk program ini sudah jelas diperuntukkan bagi siswa. Sampai kualitasnya justru dikorbankan. Dampaknya, anak-anak menerima makanan yang tidak layak,” tambahnya.