LIPUTAN12.ID|SUMENEP – Sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Front Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS) menggelar aksi demo di perempatan jalan utara Taman Bunga Sumenep, Rabu (10/6/2020).

Aksi tersebut berkaitan dengan maraknya tambak udang ilegal yang beroperasi tanpa izin, sehingga mereka ingin menggugah pemerintah daerah agar segera bertindak.

Ketua FKMS, Moh Sutrisno kepada liputan12 mengatakan bahwa selama ini terkesan mengabaikan petambak nakal dengan membentur peraturan yang ditetapkan tentang bagaimana seharusnya melakukan kegiatan usaha tambak.

Seperti salah satu contohnya tambak ilegal yang terletak di Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, pemerintah Kabupaten Sumenep ini terkesan tidak tegas dalam menangani persoalan itu.

Di perempatan jalan, mereka tidak melakukan orasi sebagaimana umumnya Aksi FKMS sebelumnya, melainkan mereka hanya membentangkan poster berisi tulisan-tulisan, seperti “Kami tidak anti tambak udang, tapi kami benci kerusakan lingkungan”.

“Aksi ini salah satu bentuk protes kami terhadap pemerintah dalam pengawasan tambak udang yang ilegal, namun tetap beroperasi,” kata Korlap aksi, Sutrisno di sela sela aksinya.

Karena dimana tambak udang di Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep ini tetap beroperasi, kendati sebelumnya dilakukan penutupan karena melanggar.

“Tahun lalu tambak udang di Pakandangan Barat telah ditutup karena ilegal dan melakukan reklamasi, sekarang beroperasi lagi,” tegas Sutrisno.

Sutrisno menyatakan, bentuk ketidak seriusan pemerintah ini juga diukur dari sejauh mana pengawasan terhadap pelaku usaha tambak. Sehingga pemerintah ini patut dinilai seolah-olah mengabaikan hal tersebut.