SUMENEP I LIPUTAN12 - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memperkuat program pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara berkelanjutan.
Pendampingan dinilai menjadi faktor penting agar UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Sekretaris Komisi II DPRD Sumenep, Irwan Hayat, mengatakan sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat. Selain menyerap tenaga kerja, UMKM juga berkontribusi besar dalam menggerakkan aktivitas ekonomi hingga ke tingkat desa.
Menurutnya, Kabupaten Sumenep memiliki beragam potensi produk lokal hasil kreativitas masyarakat yang layak dikembangkan menjadi produk unggulan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
“Potensi UMKM di Sumenep sangat besar. Berbagai produk lokal lahir dari kreativitas masyarakat dan memiliki peluang untuk berkembang menjadi produk unggulan daerah jika mendapat pelatihan yang tepat,” katanya.
Ia menilai, penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui bantuan permodalan atau penyediaan sarana usaha. Pemerintah juga perlu menghadirkan pendampingan yang menyentuh berbagai aspek, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengelolaan usaha, hingga strategi pemasaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurut Irwan, masih banyak pelaku UMKM yang mengelola usahanya secara mandiri dengan keterbatasan pengetahuan mengenai pengembangan bisnis. Kondisi tersebut membuat produk yang dihasilkan belum mampu bersaing secara optimal di pasar yang lebih luas.
“Pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan. Pelaku UMKM perlu dibekali kemampuan dalam mengembangkan produk, memperbaiki manajemen usaha, hingga menyusun strategi pemasaran yang efektif agar usahanya dapat terus berkembang,” ujarnya.
Selain peningkatan kapasitas pelaku usaha, Irwan juga menekankan pentingnya pembenahan desain dan kualitas kemasan produk. Menurutnya, kemasan yang menarik tidak hanya meningkatkan nilai jual, tetapi juga menjadi identitas produk saat bersaing di pasar modern.

