SUMENEP|LIPUTAN12 – Organisasi Islam yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) menggelar aksi demontrasi menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP), di depan Gedung DPRD Sumenep, pada hari Jumat (10/7/2020).
Pro dan Kontra terkait Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU-HIP) semakin menyulut emosi masyarakat. Ideologi yang digagas dan diusulkan oleh DPR RI dari fraksi Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) ini menuai penolakan dari berbagai elemen masyarakat di berbagai daerah.
“Partai yang biasa mendukung HIP ini biasanya adalah kelompok PKI. Maka dari itu, partai yang mendukung HIP adalah partai yang mendukung PKI,” tegas orator Aksi KH. Jurjiz Muzammil, pada Jumat (10/7).
Tak Sekadar Tradisi, Festival Ketupat 2026 di Sumenep Bidik Wisatawan dan Kesejahteraan Warga

Ia meneriakan, partai yang mendukung PKI adalah partai yang memiliki warna merah. Bahkan Ia menegaskan, partai merah itu jangan sampai dipilih bila hendak mengusung calon pemimpin pada pesta demokrasi di berbagai tingkat kelembagaan pemerintahan.
“Kelompok ini misalkan mau mengusung pencalonan Kepala Desa, Camat, mau mengusung Bupati, DPR, Gubernur, dan Presiden pada pesta demokrasi, dilipilih apa diputihkan, tanyanya seraya berapi api kepada pendemo.
“Diputihkan,” jawab pendemo dengan serentak .
“Jadi, untuk kedepannya kelompok yang mendukung kepada PKI jangan sampai dipilih,” tegasnya lagi.
Selain itu, lanjut KH. Jurjis, RUU-HIP ditolak keras karena ingin mengganti Idiologi Pancasila menjadi Trisila atau Ekasila. Bahkan, tidak menyertakan TAP MPR tentang pembubaran PKI dalam draf RUU tersebut.
“Paham-paham semacam ini yang berbahaya, Pancasila harus kita lindungi. Makanya nanti, jangan pilih pemimpin-pemimpin yang diusung partai merah, karena sudah jelas, mereka Pro PKI,” teriaknya.

