PROBOLINGGO | liputan12 - SMA Nurul Jadid Paiton, Kabupaten Probolinggo, kembali mengukir prestasi yang mengecewakan. Sebanyak 27 siswanya berhasil lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 dan diterima di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) favorit di Indonesia.
Capaian ini bukan hanya mencetak rekor internal sekolah, tetapi juga menjadi bukti kuat bahwa SMA Nurul Jadid terus meneguhkan posisinya sebagai pusat lahirnya generasi unggul dan calon pemimpin masa depan.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah Griselda Valensia, siswi yang sukses menembus Universitas Indonesia (UI) pada program studi Hubungan Internasional—salah satu jurusan paling bergengsi dan kompetitif di tingkat nasional. Keberhasilannya menjadi inspirasi bahwa mimpi besar dapat diraih, bahkan dari sekolah yang terletak di ujung timur Pulau Jawa.
Tak Sekadar Tradisi, Festival Ketupat 2026 di Sumenep Bidik Wisatawan dan Kesejahteraan Warga
“Kami percaya setiap anak mempunyai potensi yang luar biasa. Tugas kami adalah mengarahkan dan membekali mereka agar siap bersaing secara nasional, dan hasil tahun ini sungguh menakjubkan,” ujar Kepala SMA Nurul Jadid, Drs. Rahardjo, Selasa (3/6/2025).
Menurut Rahardjo, keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras kolektif, strategi pendidikan yang matang, serta komitmen guru dalam membimbing siswa secara berkelanjutan. Salah satu strategi utama adalah penyelenggaraan program pendampingan UTBK secara komprehensif, yang dirancang berbeda dari pendekatan konvensional.
“Kami menyusun program mulai dari pengayaan materi terkini, uji coba berkala, pemetaan minat dan bakat sejak dini, hingga konseling psikologis secara rutin. Semua aspek disiapkan secara holistik,” tambahnya.
Koordinator Bimbingan Konseling SMA Nurul Jadid, Juwariyah, juga menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam membangun kesiapan siswa menghadapi SNBT.
“Kami ingin siswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki ketahanan mental. Banyak dari mereka yang awalnya ragu dengan pilihan jurusan, namun melalui bimbingan intensif, mereka kini yakin dan mantap melangkah ke dunia kampus,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Fadlur Rohman, menjelaskan bahwa sejak awal tahun ajaran, pihak sekolah telah memetakan potensi siswa berdasarkan kekuatan akademik dan minatnya. Siswa kemudian diarahkan ke jalur yang sesuai, baik saintek maupun soshum.

