SUMENEP I LIPUTAN12 - Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupaten Sumenep kembali menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur dasar dalam Rapat Paripurna DPRD melalui laporan hasil Reses II Tahun Sidang 2026.

Juru Bicara Fraksi PAN, H. Hairul Anwar, menyampaikan bahwa reses yang dilaksanakan pada tanggal 9 hingga 16 Maret 2026 menjadi ruang strategi bagi anggota dewan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di daerah pemilihan masing-masing.

Menurutnya, permasalahan infrastruktur masih mendominasi keluhan masyarakat dan membutuhkan penanganan yang lebih serius dari pemerintah daerah.

“Reses ini cermin menjadi nyata kondisi di lapangan. Mayoritas masyarakat masih mengeluhkan infrastruktur dasar yang belum memadai, terutama jalan rusak yang hingga kini belum tertangani secara optimal. Padahal, infrastruktur merupakan urat nadi perekonomian dan mobilitas warga,” ujar Hairul dalam forum paripurna.

Ia menegaskan, kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga berimplikasi langsung terhadap keselamatan pengguna jalan serta distribusi hasil ekonomi masyarakat.

“Ketika jalan rusak, biaya distribusi meningkat, waktu tempuh menjadi lebih lama, bahkan risiko kecelakaan pun ikut naik. Hal ini tentu sangat merugikan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan petani yang sangat bergantung pada akses jalan yang layak,” tambahnya.

Hairul juga menyoroti kondisi di Desa Pragaan Laok, di mana masyarakat harus melakukan perbaikan jalan secara swadaya akibat belum adanya intervensi pemerintah.

“Kami menemukan fakta bahwa di Desa Pragaan Laok, masyarakat harus bergotong royong memperbaiki jalan dengan biaya sendiri. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan riil masyarakat dengan program pembangunan yang berjalan.

Pemerintah harus hadir dan tidak membiarkan beban ini ditanggung sendiri oleh warga,” tegasnya.