SUMENEP I LIPUTAN12 - PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) menghadirkan produk deposito syariah dengan setoran awal mulai Rp1 juta sebagai upaya memperluas akses investasi berbasis prinsip syariah bagi masyarakat.
Peluncuran produk tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan inklusi keuangan daerah sekaligus mendorong masyarakat agar mulai mengenal instrumen investasi yang aman dan sesuai ketentuan syariah.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengatakan inovasi ini dilatarbelakangi masih adanya anggapan di masyarakat bahwa investasi hanya dapat dilakukan oleh kalangan tertentu dengan modal besar.
Menurutnya, melalui skema deposito dengan nominal terjangkau, masyarakat kini memiliki kesempatan yang sama untuk mengelola keuangan secara lebih produktif.
“Selama ini masih banyak masyarakat yang beranggapan investasi membutuhkan dana besar dan proses yang rumit. Padahal, melalui deposito syariah ini kami ingin menunjukkan bahwa investasi dapat dimulai dari nominal yang relatif ringan, aman, serta tetap mengikuti prinsip syariah yang transparan dan adil bagi nasabah,” katanya, Jumat (27/2/2026).
Ia menjelaskan, produk deposito tersebut menggunakan akad mudharabah, yakni kerja sama antara nasabah sebagai pemilik dana dan bank sebagai pengelola, dengan sistem bagi hasil yang disepakati sejak awal.
“Skema bagi hasil disusun secara terbuka sehingga nasabah memahami mekanisme keuntungan yang diperoleh. Kami memastikan pengelolaan dana dilakukan secara profesional dan produktif, sehingga memberikan manfaat tidak hanya bagi nasabah, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Hairil Fajar menambahkan, keamanan dana nasabah menjadi perhatian utama perusahaan. Oleh karena itu, simpanan simpanan di BPRS Bhakti Sumekar juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jaminan dari LPS menjadi bentuk perlindungan bagi masyarakat agar merasa lebih tenang dalam menempatkan dananya. Kepercayaan nasabah merupakan fondasi utama dalam industri perbankan, sehingga aspek keamanan menjadi prioritas kami,” jelasnya.