SUMENEP | liputan12 - Kasus campak di Kabupaten Sumenep dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan tren kenaikan. Untuk mencegah penularan semakin meluas, RSUD dr. Moh. Anwar mengambil langkah cepat dengan menyiapkan ruang isolasi khusus bagi pasien campak.

Direktur RSUD dr. Moh. Anwar, dr. Erliyati, M.Kes, menegaskan bahwa, kebijakan ini bukan sekadar tindakan darurat, melainkan strategi antisipatif dalam menghadapi ancaman penyebaran penyakit menular.

"Kalau pasien campak tetap bergabung dengan pasien umum, risikonya sangat besar. Karena itu kami siapkan ruang isolasi khusus dengan pengawasan intensif. Ini bukan hanya melindungi pasien, tapi juga tenaga medis dan masyarakat," ujarnya, Jumat (19/9/2025).

Menurut dr. Erliyati, sebagian besar pasien campak yang dirawat datang dalam kondisi cukup berat. Tidak sedikit di antaranya mengalami komplikasi serius, mulai dari bronko-pneumonia, dehidrasi, hingga kejang neurotik.

“Campak bukan penyakit ringan. Bila terlambat ditangani, bisa menimbulkan komplikasi berbahaya. Karena itu isolasi menjadi keharusan, agar pasien bisa mendapat perawatan lebih fokus dan optimal,” jelasnya.

Selain menyiapkan ruang isolasi, RSUD juga memperkuat kesiapan tenaga medis serta sarana pendukung.

“Kami pastikan ketersediaan obat, alat monitoring, hingga tim medis yang siaga penuh. Pasien harus merasa aman dan tertangani dengan baik,” paparnya.

Namun, ia menekankan bahwa upaya terbaik tetap melakukan pencegahan melalui imunisasi dasar. Dari catatan RSUD, mayoritas pasien campak yang dirawat adalah balita yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

"Kalau imunisasi dijalankan sesuai jadwal, sebagian besar kasus bisa dicegah. Sayangnya, masih banyak orang tua yang abai atau menunda imunisasi anaknya. Ini yang membuat kasus semakin banyak," Terangnya.