SUMENEP I LIPUTAN12-Desakan agar aktivitas tambang galian C di sekitar kawasan wisata religi dan situs cagar budaya Asta Tinggi, Desa Kebonagung, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, ditutup secara permanen semakin menguat. 

Selain dinilai berpotensi merusak lingkungan, aktivitas pertambangan tersebut juga dapat mengancam keselamatan warga serta keberlangsungan salah satu situs sejarah paling penting di Kabupaten Sumenep.

Sikap tegas itu disampaikan Pengurus Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur melalui Bidang Pengembangan Sumber Daya Alam (SDA) dan Mineral setelah melakukan koordinasi dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Sumenep terkait status hukum kawasan Asta Tinggi.

Hasil koordinasi tersebut menunjukkan bahwa Asta Tinggi telah berstatus Kawasan Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/250/KPTS/013/2014. 

Kawasan itu juga telah dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur sejak 2017 sebagai situs yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi sehingga wajib memperoleh perlindungan.

Pengurus Bidang Pengembangan SDA dan Mineral PW GP Ansor Jawa Timur, Prengki Wirananda, menegaskan bahwa keberadaan tambang di sekitar kawasan cagar budaya tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan lingkungan hidup, melainkan juga mencakup perlindungan warisan budaya yang memiliki kekuatan hukum.

Status Asta Tinggi sebagai kawasan cagar budaya sudah jelas. Oleh karena itu, seluruh aktivitas yang berpotensi mengancam keberadaannya harus dihentikan, kata Prengki.

Ia menilai aktivitas galian C berpotensi memicu perubahan struktur tanah, meningkatkan risiko longsor, mengancam membahayakan warga, serta membahayakan kelestarian kompleks pemakaman raja-raja Sumenep yang memiliki nilai historis tinggi.

"Jika aktivitas ini terus dibiarkan, risikonya bukan hanya kerusakan lingkungan. Stabilitas tanah dapat terganggu dan berdampak pada keselamatan warga maupun keberlangsungan situs cagar budaya. Jangan sampai pemerintah baru bertindak setelah terjadi kerusakan yang tidak bisa memuat," tegasnya.