SANANA|LIPUTAN12 – Kondisi Desa Waitina Kecamatan Mangoli Timur dan Desa Buya Kecamatan Mangoli Selatan Kabupaten Kepulauan Sula pasca diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu menimbulkan kepedulian dan keprihatinan yang mendalam sejumlah elemen kepemudaan dan kemahasiswaan se-Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara.
Salah satunya datang dari Korps HMI-Wati (Kohati) HMI Cabang Sanana dan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Insan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babusslam Sula, dengan menggelar aksi penggalangan dana di seputaran Kota Sanana, pada Senin (6/7/2020).

Ketua umum LDK STAI Babussalam Sula, Sumiyati Bilmona dalam orasinya menyampaikan, sebagai umat muslim kita mempunyai kewajiban untuk saling membantu antara sesama manusia.
Tak Sekadar Tradisi, Festival Ketupat 2026 di Sumenep Bidik Wisatawan dan Kesejahteraan Warga
“Kkita merasa terpanggil secara moril untuk membantu saudara kita yang mendapatkan musibah banjir, khususnya yang menimpa saudara-saudara kita di Desa Waitina dan Buya, karena derita mereka juga derita kita, susah mereka juga susah kita,” teriak Sumi sapaan akrabnya.
Kami sangat berharap, lanjutnya, degan adanya penggalangan dana bersama kohati HMI Cabang Sanana ini bisa membantu masyarakat di Desa Waitina dan Buya.
“Saya juga berharap dari pihak pemerintahan agar secepat mungkin membantu masyarakat yang kena musibah banjir karena itu adalah merupakan tanggung jawab mereka sebagai pimpinan di Negeri tercinta ini,” bebernya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Kohati Cabang Sanana Irma Yoioga pun menuturkan, dengan adanya bencana yang kemudian terjadi di dataran pulau Mangoli, khususnya desa Buya pada tanggal 29 Juni 2020 dan disusul oleh desa Waitina pada tanggal 4 Juli 2020 itu, kami dari Kohati Cabang Sanana dan LDK Al-Insan STAI Babussalam Sula menggelar aksi kemanusiaan dan penggalangan dana untuk membantu masyarakat di dua desa tersebut.
“Aksi kami hari ini bertujuan untuk bisa membantu dan meringankan beban masyarakat desa Buya dan Waitina, selebihnya sebagai pemberitahuan kepada pemerintah daerah kabupaten Kepulauan sula mesti lebih jeli dalam menanggapi persoalan yang menimpa masyarakat, setidaknya segera diadakan bendungan untuk menahan air yang mengalir,” ungkap Irma saat menggenggam corong pada aksi tadi.
Irma pun menambahkan, saya selaku ketua Kohati HMI Cabang Sanana berharap kepada pemerintah kabupaten Kepulauan Sula untuk segera buat talog penahan air di desa Buya dan Waitina, karena sumbangan yang didapatkan dari berbagai macam elemen kepemudaan dan kemahasiswaan lainya itu belum dapat membantu masyarakat dalam jangka waktu panjang.

