Nasib Manusia Gak Ada Yang Tahu, di Blitar Penggali Kubur Ini Dilantik Jadi Kades

0
58

LIPUTAN12.ID|BLITAR – Perjalanan hidup manusia tidak ada yang tahu. Jika Tuhan sudah berkehendak ingin mengangkat martabat seorang hambanya menjadi lebih baik, apapun tidak yang bisa menahan. Seperti yang dialami Mujiadi, warga Dusun Krajan RT 12 RW 03 Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Blitar, Jawa Timur.

Seperti dikutip dari Detik.com, Statusnya sebagai seorang penggali kubur kini berubah. Setelah pria berusia 50 tahun ini terpilih sebagai kepala desa dalam pemilihan yang digelar Oktober lalu. Dan pada hari Jum’at 13 Desember 2019 kemarin pria yang akrab disapa Muji tersebut baru saja dilantik.

“Ngapunten sanget Mbak. Kulo niki tiyang utun. Dereng saget birokrasi (maaf sekali, saya ini orang desa. Belum bisa birokrasi),” ujar Muji.

Dari cara berpakaian dan menyusun kalimat, benar-benar terlihat lelaki ini seorang petani desa yang lugu dan sederhana. Menjadi seorang kepala desa (kades) sejatinya tak pernah dia cita-citakan. Alasannya tidak punya kemampuan birokrasi.Namun wargalah yang mendorongnya, bahkan mendaftarkannya menjadi pemimpin di desa mereka.

“Setiap ketemu warga saat menggali kubur, mereka selalu bilang, wes Pak Ji sampean ae sing dadi kades (sudah Pak Ji, bapak saja yang jadi kades),” katanya membuka cerita.

Mujiadi Setiap jenazah jika ada orang meninggal, dia lah yang mengurusnya. Menariknya, tak sedikit pun Muji berharap pemberian.Dia akan datang lebih awal ke makam untuk menggali dan menyiapkan lubang untuk pemakaman jenazah warga yang meninggal.

Padahal di desa dengan empat dusun itu terdapat lima lokasi pemakaman. Tak peduli dia warga satu dusun atau berbeda dusun, Muji selalu menggali kubur membantu keluarga yang berduka.

“Bagi saya, kalau takziah di rumah duka itu kan hanya nongkrong saja. Lha badan saya masih sehat masih kuat. Kan lebih baik saya ke makam, gali tanah siapkan lubang untuk pemakaman,” ungkap pria lulusan STM ini.

Sejak 2003, pekerjaannya sebagai penggali kubur telah ditekuni Mujiadi. Lahannya yang berdekatan dengan areal makam membuatnya tahu setiap ada warga yang meninggal dan membutuhkan lokasi pemakaman. Kepedulian pada lingkungan dan jiwa sosial inilah yang membawa Mujiadi naik derajat menjadi seorang kepala desa.

Untuk informasi Mujiadi berhasil mendapatkan sebanyak 1.284 suara dari sekitar 6.000 daftar pemilih di desanya pada Pilkades serentak 12 Oktober lalu. Unggul 82 suara dari kades incomben.

Kemenangan Muji menjadi ukiran sejarah demokrasi di Desa Pagerwojo. Karena sebuah kemenangan yang murni dari aspirasi warga yang menghendaki pemimpin yang bersih dan jujur.

Seorang warga Dusun Dawung, Dwi Hari mengaku suatu kejutan besar Muji menang di Pilkades. Pasalnya, lawan-lawan dia di ajang pemilihan itu berat. Selain semua jago orasi dengan titel sarjana, para kandidat tak segan membagi uang untuk menggalang dukungan.

“Kami ingin pemimpin yang jujur. Sejak awal, kami melihat Pak Mujiadi orang yang sangat baik, jujur dan punya jiwa sosial tinggi. Makanya, kami daftarkan jadi calon kades dan Alhamdulillah menang,” ucap Dwi Hari.

Sumber: Detik.com
Editor   : Apih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here