Sudah Saatnya Dinsos Bebersih dan Berbenah, Harus Ada Gebrakan

0
40
Atiek Yulis Setyowati, S.H., Ketua Umum LSM Masyarakat Pejuang Bogor (MPB).

BOGOR | LIPUTAN12 – Ketua Umum LSM MPB, Atiek Yulis Setyowati, S.H., melontarkan pernyataan terhadap pemberitaan salah satu media online terkait terpilihnya ketua baru Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Bogor.

Menurut Atiek, menjadi pekerjaan rumah (PR) besar, semua anggotanya agar dibekukan dan diadakan perekrutan baru. Buanyyyaaakkk yang jadi oknum..rusuh…sudah seperti bukan pekerja sosial (peksos) lagi tapi buat profesi…dampingi orang kebanyakan diduitin…

“Kasus-kasusnya ada di kantong MPB,” ungkap Atiek Yulis Setyowati yang dishare di group WA MPB, Minggu (10/4/2021) pukul 12.45 WIB.

Dia mengajak kepada Kepala Dinas Sosial (Kang kadinsos) yang bageur, mari kita benah-benah dan bersih-bersih bersama MPB.

“MPB akan terus mengawal buanyyyyakkk bangetttt kasus di tubuh dinsos. Banyak oknum di berbagai judul ada di kantong MPB, termasuk bantuan PKH,” ungkap Atiek.

“Satu persatu kita tuntaskan,” tandasnya.

Tak selang berapa lama, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Bogor Drs. Dian Mulyadiansyah menanggapi pernyataan tersebut.

“Apapun masalahnya, silahkan sampai pengaduannya lewat pusat kesejahteraan sosial (Puskesos), di sana ada masalah Graha Panca Karsa SLRT Solusinya,” komentar Dian Mulyadiansyah.

Satu komentar pun datang dari Asep Mulyana yang merupakan Kepala Dinas UKM Kabupaten Bogor.

“Kalo kata saya sih,, siapa pun yang mempunyai jiwa sosial, mau membantu orang lain, mudah-mudahan dilakukan dengan penuh keikhlasan dan ridho sehingga mendapatkan pahala dari Allah SWT,” komentarnya.

Kemudian Atiek pun melanjutkan, MPB selaku sosial kontrol mengusulkan dan mendesak, sebaiknya pendamping PKH juga diganti semua.

“Perekrutan baru aja..Buanyakkk banget jadi oknum, dugaan penyunatan dimana-mana. MPB bicara fakta dan bukti, bukan wacana,” tegasnya.

“Kasihan para KPM selalu jadi korban, ini “dzolim”, sebutnya.

Atiek memaparkan, contohnya kartu dikumpulin di oknum ketua kelompok, lanjut oknum ketua kelompok tadi menyetorkan kartu tadi ke oknum pendamping PKH, kartu dibalikin ke KPM dengan uang tidak sejumlah semestinya.

“Bukti ada di kantong MPB,” ucap Atiek.

“Pendamping PKH itu digaji kemensos tiga juta sekian…artinya bukan peksos kalo udah digaji masih nyunat. Bungkus juga ahhh…buanyaaakkkkkk…Bungkus karet satu pedes, kalau karet dua pedes banget…karet berapa yang enak?,” cetusnya.

Sudah saatnya, lanjut Atiek, Dinsos melakukan benah-benah dan bersih-bersih. Harus ada gebrakan.

“Kang Kadinsos yang bageur, mangga bergandengan tangan dengan MPB, kita mulai dari sekarang. Kita kembalikan Dinsos pada fitrahnya. Kita jaga marwah Dinsos jangan biarkan para perusak nama Dinsos berkeliaran bebas,” ungkapnya.

“Tunggu saatnya tiba, gebrakan MPB benah-benah dibawa ke nasional. Case by case, one by one, step by step sampai ada Headlinenews. Di atas langit ada langit,” ujar Atiek.

Atiek juga mengajak Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Kapolres Bogor, Ketua dan Wakil Ketua DPRD dan Ketua Komis IV DPRD bergandengan tangan bersama Kadinsos, kita dampingi dan semangati agar bisa lari kencang melakukan pembenahan.

“Monggo Mas Kajari, Mas Kapolres, Mas Rudi ketua dewan, Kang Agus Salim waka dewan, Mas Muad ketua komisi papat dewan, bergandengan tangan bareng sama kang kadinsos, kita dampingi dan semangati kang kadinsos agar bisa lari kencang melakukan pembenahan,” ajaknya.

Ditegaskannya, kita tunjukkan bahwa di kabupaten bogor itu ada kadinsos, ada dewan, ada APH dan ada MPB yang siap melawan kedzoliman.

“Jangan mencoba2 berbuat dzolim sama warga yang kurang beruntung (warga miskin), atau sesuatu akan terjadi,” tegas Atiek.

“Bersama kita BISA memperjuangkan hak orang miskin atau para KPM utuh,” tutupnya.

Redaktur     : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here