Soroti Pembangunan Tidak Sesuai RAB, FPMJT Tengarai Kades Langsar Tilep Dana Desa

0
65

Bambang Supratman, Ketua FPMJT (Front Pejuang Masyarakat Jawa Timur).

LIPUTAN12.ID|SUMENEP – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Front Pejuang Masyarakat Jawa Timur (FPMJT) soroti pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari anggaran Dana Desa (DD) di Desa Langsar Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep.

“Kami menilai banyak ketimpangan yang terjadi pada pelaksanaan pembangunan di desa tersebut. Dari hasil investigasi di lapangan, kami menemukan beberapa titik pembangunan makadam yang tidak sesuai Rancangan Anggaran Belanja (RAB),” demikian diungkapkan ketua FPMJT, Bambang Supratman kepada wartawan, Kamis, (09/01/2020).

Foto: Pelaksanaan pembangunan Jalan Makadam Desa Langsar Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep

Bambang memaparkan, pembanguan yang pertama, berada di Dusun Langsar Laok RT 11/RW 5 menuju pagarbatu dengan volume 2 .50×500 m dengan nominal anggaran Rp 114.608.000.

Selanjutnya pembangunan makadam yang berada di Dusun Langsar Laok RT 11/RW 5 menuju asta palanggaran dengan volume 2,50×400 m dengan nominal anggaran Rp105 26700.

“Sementara yang berada di
Dusun Langsar Laok RT 13/RW 6 menuju dusun Cemanis, volume 2,50x500m dengan nominal anggaran Rp114 446000, dalam pelaksanaannya, di mana batu yang seharusnya memakai batu gunung keras ternyata memakai batu putih dan lagi diduga volume lebar tidak sesuai RAB,” beber Bambang.

Masih menurut Bambang, dari adanya temuan tersebut, pihaknya akan terus melakukan pengawalan agar supaya pembangunan sesuai dengan harapan masyarakat.

“Kami sudah melakukan upaya upaya untuk menyelesaikan masalah ini, seperti menyampaikan surat kepada Bupati melalui Inspektorat dan DPMD untuk dilakukan audit pada anggaran dana tersebut dan dapat memberi sanksi pidana biar menjadi perhatian untuk semua pengguna anggaran dana desa,” ungkapnya.

Namun dalam kesempatan tersebut, lanjut Bambang, pihaknya meminta kepada pihak terkait agar supaya pengaduan yang dia lakukan betul betul ditindak lanjuti, sehingga ke depan tidak ada lagi Dana Desa yang tidak tepat sasaran.

“Saya harap pihak terkait baik dari pendamping Desa, camat dan forpimkopimda jangan tutup mata terkait persoalan ini, karena ini menyangkut terhadap kesejahteraan rakyat,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada PJ Desa Langsar selaku pengguna dan penanggung jawab anggaran agar supaya bertanggung jawab atas permasalahan ini.

“Program DD tujuannya untuk meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, jadi saya harap orang yang bersangkutan bisa bertanggung jawab karena ini sangat kuat hubungannya dengan kesejahteraan masyarakat di desa tersebut,” pungkasnya.

Reporter: Imam Kachonk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here