Soal Dugaan Malpraktek Oknum Dokter Umum, Kabiro Hukum IDI: Jika Terbukti akan Ditindak Tegas

0
76
Agus Ariyanto, S.H., M.H., (c), CMed, Kepala Biro Hukum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bogor (dok. Budi/liputan12).

BOGOR | LIPUTAN12 – Mencuatnya pemberitaan terkait oknum salah seorang dokter berinisial (MC) yang diduga salah dalam pemberian obat terhadap pasien, sehingga pasien atas nama H. Misnan, mengalami luka bakar, mendapat reaksi keras dan tanggapan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bogor.

Kepala Biro Hukum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bogor, Agus Ariyanto, S.H., M.H., (c), CMed mengungkapkan bahwa yang bersangkutan akan kita panggil untuk klarifikasi terkait kasus tersebut.

“Sesuai Standard Operasional Prosedur (SOP) IDI, kami akan memanggil yang bersangkutan untuk klarifikasi terkait kasus ini, apakah memang ada pelanggaran, kesalahan atau kelalaian. Seorang dokter harus mematuhi 3 norma sekaligus, yaitu norma etik, disiplin dan norma hukum,” ujar Agus Ariyanto kepada liputan12, Rabu (19/5/2021).

Ia menjelaskan apabila terbukti melakukan pelanggaran etik maka ada sanksi etik. Apabila terbukti melakukan pelanggaran disiplin maka akan ada sanksi disiplin, dan demikian pula apabila terjadi pelanggaran hukum maka sudah tentu ada kanalnya masing-masing.

“Kalau memang terbukti bersalah akan ada sanksi, mulai dari sanksi teguran, sanksi administratif sampai pencabutan izin. Tapi untuk menentukan salah ini juga tidak gampang, karena harus melalui sidang dulu di majelis kehormatan disiplin kedokteran Indonesia (MKDKI),” jelas Agus.

“Untuk permasalahan yang dialami dokter MC terkait salah pemberian obat, untuk terapi obat dan tindakan medis lainnya berarti menyangkut norma disiplin keilmuan dan kompetensi. Nanti kita lihat apakah sudah sesuai SOP apa tidak,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa H. Misnan (53) tahun, Warga Ciputih Desa Sukajaya Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor yang mengalami luka bakar karena diduga salah pemberian obat oleh oknum dokter berinisial (MC), mengaku dirinya masih merasakan panas di sejumlah tubuhnya akibat minum obat pemberian MC.

“Iya sampai saat ini panas, bekas hitam-hitam luka bakar masih terasa panas, apa lagi kalo malem hari,” singkat Misnan kepada awak media liputan12.

Dokter MC pun sampai saat ini susah untuk dihubungi oleh awak media. Hal tersebut pun membuat Aktivis Bogor Raya, Ahmad Rohani angkat bicara lagi tekait perbuatan oknum dokter MC.

Menurut Rohan sapaan akrabnya, seharusnya oknum dokter MC memberikan klarifikasi terhadap awak media terkait dugaan malpraktek.

“Apabila oknum dokter tersebut susah dihubungi maka ikatan dokter indonesia (IDI) harus segera bertindak. Sebab, pasien membutuhkan penanganan yang serius, jangan sampai terabaikan dan terlunta-lunta apalagi kesehatan masyarakat adalah hukum tertinggi yang harus diperjuangkan,” ujar Rohan.

Ia menambahkan suatu perbuatan dugaan malpraktek yang sudah dilakukan oleh oknum MC, harus bertanggungjawab. Pasien harus segera mendapat prioritas.

“Saya mendesak kepada IDI agar segera turun tangan terkait persoalan tersebut, jangan sampai persoalan oknum tersebut dibawa ke ranah hukum,” tandasnya.

Reporter     : Budi
Redaktur     : Lekat Azadi
Copyright© 2021 liputan12.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here