Ahmad Sofyan Wahid: Surga Yang Sering Dilupakan

0
38

Foto: ilustrasi

JAKARTA – Surga dan neraka menjadi punishment serta reward oleh para pemeluk agama, Karena Alam dunia adalah skenario Tuhan untuk menempatkan manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Pembicaraan surga dan neraka mempunyai tempat tersendiri oleh para kaum beragama, serta sering memunculkan perdebatan yang membuat kita takjub bahkan tertawa terpingkal pingkal.

Umumnya Surga di metaforkan untuk orang baik, beriman dan beramal saleh sedangkan neraka di indentikkan dengan mereka yang sering melakukan kerusakan dan sifat kebalikan dari para penghuni surga.

Foto: ilustrasi

Dalam skenarionya, tuhan memerankan Iblis sebagai lawannya dengan tujuan memberikan ujian kepada orang yang beriman apakah lulus atau tidak untuk ke jalur surga.

Para pembawa pesan dari surga seperti Nabi dan para pemuka Agama sering disimbolkan ke arah kebaikan, Sedangkan para pengikut Iblis didesain untuk melakukan kejahatan dengan benar.

Satu hal yang pasti, tingkat kejeniusan Iblis melebihi rata rata kecerdasan manusia, karena iblis sifatnya mempengaruhi lewat alam pikir serta melalui urat darah manusia.

Semakin banyak kita berbuat kebaikan maka semakin dekat dengan identitas Penghuni surga, begitu juga sebaliknya. Yang jadi pertanyaan mana Surga yang sering dilupakan manusia?

Menurut sang pena, Ibu dan Ayah lah surga tersebut. Bahkan sering kita mendengar seorang anak yang lalai dengan orang tuanya. Mungkin karena broken home sang anak hanya dipelihara oleh ibu atau ayahnya sehingga kasih sayangnya tidak seimbang.

Dalam islam, Surga itu di bawah telapak kaki ibu, mengapa harus ibu bukan ayah? Singkatnya karena ibu yang mengandung selama 9 bulan dan melahirkan dengan pertaruhan nyawa antara hidup dan mati serta merawatnya penuh kasih sayang.

Nabi Muhammad yang merupakan pembawa risalah penutup para nabi dalam hadistnya menyebut Ibu, ibu dan ibu setelah itu baru Ayahmu. Ibu ini mempunyai posisi yang luar biasa sebagai pemegang kunci menuju jalan ke surga, kok bisa?

Sehebat apapun manusia, berapapun banyak sedekahmu, sekuat apapun sholatmu, se sering pun kalian pergi haji. Jika kamu tidak taat dengan orang tuamu bahkan menyakiti ibu Surga bukan milikmu.

Apakah hanya ibu, lalu posisi Ayah dimana? jangan khawatir untuk para ayah Anak yang sudah meninggal pasti bin ayahnya bukan ibunya. Tetaplah para anak harus taat kepada keduanya karena mereka kita bisa ada di dunia dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Masih dalam pembahasan yang sama menurut Ustad Danu (Ahli pengobatan alternatif) Seorang Anak perempuan yang durhaka kepada ibu biasanya terkena penyakit Myom sehingga tidak punya anak dan anak yang melawan dan sering menyakiti Ayahnya Dikeringkan peranakan oleh sang pencipta akibat ulahnya sendiri.

Saya menulis ini bukan mengada ada, karena memang fakta dan nyata ada disekitar orang orang terdekat saya yang mengalami hal tersebut.

Azab dan nikmat itu tidak selalu ditimpakan di Akhirat akan tetapi anak yang durhaka kepada orang tua langsung tuhan sang pencipta timpakan azabnya di dunia.

Maka dari itu marilah kita rawat kunci surga tersebut yaitu Ibu dan Ayah selagi ada di dunia, jangan kalian sia siakan mereka sayangilah mereka seperti mereka menyayangimu di waktu kecil.

Penulis : Ahmad Sofyan Wahid, Jurnalis dan Aktivis Kemanusiaan
Editor     : Redaksi
Copyrigh © Liputan12 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here