Eks Napi Koruptor Nyalon Kades, Pengamat Hukum Madura Ingatkan Panitia Pilkades

0
87
Syafrawi, S.H., Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Madura Raya (Dok. Kachonk/liputan12).

SUMENEP | LIPUTAN12 – Sebentar lagi pada bulan Juli mendatang, Kabupaten Sumenep Povinsi Jawa Timur akan melangsungkan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahun 2021.

Seperti di Desa Poteran, Kecamatan Talango Sumenep yang merupakan salah satu desa yang akan melaksanakan Pilkades serentak tahun ini. Diketahui, ada sebanyak 10 bakal calan (Balon) Kepala Desa (Kades) resmi mendaftar dan terdaftar menjadi kandidat yang siap maju berkompetisi untuk dipilih.

Diketahui, terdapat salah satu Bacakades Desa Poteran, Kecamatan Talango, pernah tersandung kasus tindak pidana korupsi yang berdasarkan putusan pengadilan Nomor: 01/Pid.sus/TPK/2017/PN.Sby.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Madura Raya Syafrawi, S.H., mengingatkan kepada panitia pilkades untuk hati-hati menetapkan mantan narapidana (Napi) tindak pidana korupsi (Tipikor) karena hal tersebut merupakan kejahatan yang luar biasa (extra ordinary crime). Karena korupsi itu tidak hanya merusak tatanan perekonimian Negara, tapi juga merusak tatanan berbangsa dan bernegara.

“Beda halnya dengan pidana umum yang tidak mengenal ancaman pidana minimal. Dalam pidana korupsi, disamping ancaman pidana maksimal sebagaimana pidana umum,” ungkap pengamat hukum, Syafrawi, Kamis (3/6/2021).

Syafrawi menuturkan undang-undang (UU) juga membatasi hakim dengan ancaman pidana minimal, jadi ancaman pidana minimal ini sebagai batasan hakim dalam memutus perkara tipikor, dalam pidana umum itu bahasa hukumnya diancam paling lama/maksimal. Misalkan Pasal pencurian dengan kekerasan 365 ayat 4 KUHP itu diancam paling lama seumur hidup atau 20 tahun penjara.

“Pembunuhan biasa 338 KUHP dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara, pemerkosaan 285 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun penjara. Jika hakim memutus 1 tahun atau bahkan 1 bulan pun tidak ada masalah karena tidak dibatasi batas minimalnya,” terang Syafrawi.

Akan tetapi, kata dia, dalam tipikor ini merupakan pidana khusus, yakni kejahatan luar biasa sehingga undang-undang membatasi hakim dengan pidana minimal, sehingga memaknai ancamannya tetap seperti pidana umum yaitu pidana paling tinggi atau maksimal.

“Jadi hati-hati!! Pasal 2 ayat 1 UU tipikor mengancam seumur hidup atau pidana penjara dengan batas minimal putusan hakim paling singkat 4 tahun, jadi harus dibaca dengan ancaman pidana diatas lima tahun,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa di pasal 3 UU tipikor diancam paling banyak 20 tahun, akan tetapi diberi batasan minimal paling singkat 1 tahun, jadi memaknainya bahwa pasal ini dengan ancaman pidana diatas 5 tahun.

“Jadi mantan napi tipikor harus memenuhi aturan Perbup yaitu harus telah menjalani setelah masa hukumam lebih dari lima tahun dan wajib mengumumkan. Jika tidak maka ini tidak memenuhi syarat untuk diloloskan sebagai Bacakades. Panitia harus hati-hati dalam mengambil sebuah keputusan,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Umum Barisan Investigasi dan Informasi Keadilan (BIDIK) Didik Haryanto mengatakan bahwa apabila benar-benar di Kabupaten Sumenep terdapat bakal calon kepala desa yang tersangkut kasus tindak pidana korupsi, maka panitia harus bertindak sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang sudah ada.

“Apabila itu terjadi, maka tidak mustahil juga ke depan akan banyak koruptor yang baru saja keluar dari lapas mencalonkan diri sebagai calon Bupati di kabupaten Sumenep,” ungkap Didik.

Saya berharap semua bakal calon kepala desa yang ada di Sumenep ini bersih dari kasus korupsi, karena itu sangat merugikan negara dan bangsa, jangan sampe nanti terjadi, agar tidak ada juga mantan napi koruptor mencalonkan diri sebagai bupati, padahal jelas – jelas baru keluar dari lapas.

“Dan kepada seluruh panitia baik tingkat desa hingga kabupaten juga DPMD harus tegas tanpa pandang bulu untuk tidak meloloskan bakal calon tersandung kasus korupsi seperti dimaksud,” tegasnya.

Redaktur    : Lekat Azadi
Copyright ©2021 liputan12.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here