Hari Pertama Masuk Kantor, Kades Ini Malah Disambut Unjuk Rasa Warga

0
63

LIPUTAN12.ID|BOGOR – Hari pertama masuk kantor untuk menjalani tugasnya sebagai Kepala Desa (Kades) Situ Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Subhan yang merupakan kades petahana malah disambut unjuk rasa oleh sejumlah warga di kantor Desa Situ Ilir, Senin (23/12/2019) kemarin.

H. Deden, tokoh masyarakat desa tersebut mengatakan, warga menagih janji transparansi LPJ. Kami hanya butuh ketransparanan aparat desa mengenai Dana Rutilahu tahun 2014 dan pembuatan jembatan tahun anggaran 2018 yang diduga adanya penyelewengan.

“Kami menggelar unjuk rasa ini sudah tiga kali, jadi tolong dijelaskan hari ini oleh Kepala Desa, karena kami warga sudah menanyakan kepada pihak Desa, BPD dan bahkan ke pihak Kecamatan, tapi belum ada jawaban yang pasti,” ucap H. Deden.

Bahkan, ungkap H. Deden, pernyataan Camat sangat menyakiti hati kami. Camat menyatakan dokumen LPJ 2014-2018 adalah Expire dan LPJ merupakan Rahasia Negara sehingga masyarakat tidak boleh mengetahuinya.

“Itulah yang membuat masyarakat berang,” tegas H. Deden saat orasi.

Saat demo berlangsung, di dalam Aula Kantor Desa Situ Ilir, Kades Subhan sedang memimpin rapat bersama para Ketua RT/RW, yang juga dihadiri Sekcam Cibungbulang H. Arifin, dalam perumusan RPJMDes.

Dengan dikawal pihak Kepolisian, akhirnya Subhan keluar menemui massa aksi, namun ditolak masyarakat karena mereka tidak mau berdialog. Massa aksi mau berdialog ketika Kades membawa LPJ yang mereka pinta.

“Kami tidak mau berdialog lagi, karna hal itu sudah kami lakukan, kami hanya menagih janji bahwa pihak Desa akan memberikan LPJ,” ucap H. Deden.

Dari pantauan di lapangan sempat terjadi ketegangan, namun hal itu dapat diredam oleh Kapolsek Cibungbulang Kompol Ade Yusup.

“Silahkan adukan kepada kami, kalau masyarakat mempunyai data, kami akan tidak lanjuti dan akan dilakukan penyelidikan terlebih dahulu, kami mohon aksi ini kondusip, tidak anarkis,” ujar Kapolsek Cibungbulang.

Akhirnya, setelah mendapat penjelasan dari Kapolsek, massa aksi membubarkan diri.

Dalam kesempatan yang sama, setelah aksi unjuk rasa selesai, dalam keterangan persnya, Kades Situ Ilir Subhan, S.Pdi, mengatakan bahwa, setiap ada rencana pembangunan dilakukan atas usulan musrenbangdes.

“Sebagai bentuk transparansi, kita membuat banner APBDes dan dipasang di depan Kantor Desa. Setelah selesai selalu ada laporan trasparansi kepada masyarakat mengenai anggaran pembangunan yang telah dilaksanakan oleh pihak Desa Situ Ilir sesuai arahan undang-undang Kemendes,” ujarnya.

“Akan tetapi, bila ada pihak yang ingin mengetahui keseluruhan harus ada surat dari inspektorat atau Dinas terkait,” sambung dia.

Sampai berita ini diturunkan belum ada kata kesepakatan antara masyarakat yang berunjuk pengunjuk rasa dengan pihak Desa Situ Ilir.

Kontributor: Dian Pribadi
Editor          : Apih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here