Asep Firman Ilahi: 3 Hari Kedepan Hujan Masih Akan Mengguyur Bumi Tegar Beriman

0
88

Foto: Asep Firman Ilahi, Kepala Stasiun Klimatologi Citeko Bogor

LIPUTAN12.ID|PARUNG, BOGOR – Bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Bogor masih menyisakan duka. Penanganan pasca bencana pun masih giat dilaksanakan oleh lembaga pemerintah, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI-Polri, Pemerintah daerah dan masyarakat dengan bahu membahu menyalurkan logistik bantuan makanan dan obat obatan.

Sementara dari hasil pantauan cuaca oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat ini masih belum kondusif untuk penanganan pasca bencana. Monsun Asia masih dengan kuat melintasi khatulistiwa, sementara angin dari selatan masih intensif dan membentuk pola pertemuan angin memanjang mulai dari Barat Daya Provinsi Banten menyilang ke Timur Laut Jawa Barat. Daerah pertemuan (konvergensi) ini mengindikasikan cuaca buruk di wilayah bagian Tengah Jawa Barat.

“Dalam kurun waktu 3 hari ke depan (7-9 Januari 2020), diprakirakan cuaca daerah Bogor dan sekitarnya masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, mulai dinihari hingga siang menjelang sore hari,” ungkap Asep Firman Ilahi, Kepala Satsiun Klimatologi Citeko kepada media ini, Senin (6/2/2020).

Dia menjelaskan, potensi hujan atau cuaca buruk tersebut tidak hanya terjadi di wilayah Kabupaten Bogor, tetapi juga di wilayah Kabupaten Sukabumi, Cianjur dan Bandung. Dia berharap, kondisi tersebut patut diwaspadai terutama oleh petugas dan masyarakat yang tengah melaksanakan distribusi (pengiriman) bantuan di daerah bencana.

Asep juga memghimbau masyarakat yang tinggal di bawah perbukitan rawan longsor dan masyarakat dekat dengan bantaran sungai agar lebih berhati hati dan waspada.

“Karena hujan yang terjadi secara terus menerus dapat membuat air tanah menjadi jenuh dan tidak tertahan lagi di dalam tanah, sehingga menyebabkan longsor dan banjir bandang,” jelasnya.

Selain itu, sambung Asep Firman Ilahi, pihak BMKG juga menghimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati, dalam mengikuti setiap informasi dan perkembangan resmi tentang cuaca.

“Saya himbau agar masyarakat mengikuti perkembangan cuaca hanya dari kanal-kanal informasi pemerintah. Masyarakat jangan mudah percaya dengan banyaknya kabar bohong (hoaks),” pungkasnya.

Jay/Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here