Lestarikan Budaya Batik, Rumah Produksi Batik Tulis Canteng Koneng Latih Puluhan Santri Milenial di Bidang Membatik

0
32

SUMENEP | LIPUTAN12 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sumenep bekerja sama dengan Rumah Produksi Batik Tulis Canteng Koneng, mengadakan kegiatan kewirausahaan pemuda berbasis klaster, pelatihan santri milenial entrepreneur 2021 di bidang membatik.

Pelatihan yang dimulai dari tanggal 9-28 Agustus 2021, dilaksanakan di Rumah Produksi Batik Tulis Canteng Koneng letaknya di Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, dengan diikuti kurang lebih 20 santri dari berbagai lembaga Pondok Pesantren di Kota Keris, dan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) karena masih dalam keadaan pandemi Covid-19.

Ini salah satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah kabupaten Sumenep, Rumah Batik Canteng Koneng Sumenep, Madura, Jawa Timur dipercaya melatih membatik bagi santri selama 20 hari untuk ciptakan pengrajin muda yang kreatif dan mandiri.

Owner Batik Tulis Canteng Koneng Didik Haryanto sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan tersebut karena berdampak pada pelestarian budaya batik. Pelatihan ini merupakan salah satu kecintaannya dalam melestarikan budaya membatik yang bercirikan khas Sumenep. Batik itu sendiri sudah mendapat penghargaan dari Unesco di tahun 2009 lalu, sebagai warisan dunia.

“Inysa Allah dengan Batik, kabupaten Sumenep akan lebih dikenal. Makanya kami gelar kegiatan pelatihan santri milenial entrepreneur 2021 sabagai upaya membantu pemerintah kabupaten Sumenep,” ucap Didik Haryanto, Senin (9/8/2021).

Didik menuturkan, membatik merupakan bagian dari program pemerintah Sumenep, maka dengan begitu pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pelatihan membatik kepada peserta dengan tujuan dapat menumbuhkan tunas muda atau pengrajin baru pasca pandemi Covid-19.

“Ini usaha kami dari mengentaskan pengangguran di Sumenep akibat pandemi, jika pendemi berakhir maka akan ada anak muda atau pengrajin batik baru di Sumenep,” tandasnya.

Lebih lanjut Didik sapaan akrabnya menambahkan bahwa hampir dua tahun Indonesia dalam keadaan Pandemi Covid-19, sehingga kondisi ekonomi mengalami penurunan yang sangat signifikan, bahkan banyak karyawan di perusahaan yang diberhentikan (PHK), sehingga angka pengangguran mengalami peningkatan.

“Ini bentuk ikhtiar kami, sehingga kami turun langsung dan siap melatih para santri selama 20 hari ke depan, sehingga bisa menciptakan pengrajin batik muda di Kabupaten Kota Keris, dengan harapan bisa membantu Pemerintah untuk memulihkan ekonomi pasca pandemi nanti,” tambahnya.

Seni batik di kabupaten Sumenep ini harus digairahkan kembali, agar ekonomi masyarakat dapat meningkat. Dengan misi itu Rumah Produksi Batik Tulis Canteng Koneng terbuka bagi masyarakat yang ingin belajar membatik.

“Semoga pandemi Covid-19 ini cepat berakhir, sehingga semuanya kembali normal,” harapnya.

Redaktur    : Lekat Azadi
Copyright ©2021 liputan12.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here