Tahun 2022, Dinas Koperasi UKM dan Perindag Sumenep Targetkan PAD Capai Rp 1,9 Miliar

0
28
Chainur Rasyid, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindag Kabupaten Sumenep [Dok. Kachonk/liputan12].

SUMENEP | LIPUTAN12 – Pada tahun 2022, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Perindustrian Perdagangan (Perindag) Kabupaten Sumenep menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp1,9 miliar.

“Untuk target sama dengan yang tahun kemarin, tapi kami yakin hingga akhir tahun nanti bisa melampaui target yang kita harapkan,” kata Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindag Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid saat ditemui liputan12, di ruang kerjanya, Rabu (27/7/2022).

Menurutnya, selama 7 bulan ini PAD Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Sumenep sudah mencapai 65%. Salah satunya adalah kontribusi pasar yang sudah mencapai Rp 700 hingga 800 juta terhitung dari Januari sampai Juni 2022.

Mantan Kepala Dinas PU. SDA itu menyampaikan, dari target yang ia inginkan itu tidak membuat dirinya ciut, pihaknya tetap optimis untuk capaian target tahun ini bisa tercapai.

Meski belum lama ini terjadi wabah PMK, yang secara langsung mempengaruhi perolehan retribusi di pasar ternak, pihaknya tetap optimistis dengan sumber pendapatan dari 29 Pasar tradisional yang masih aktif bisa mencapai target.

“Kita tetap optimis, realisasinya untuk sekarang kalau diporsentaskan perkiraannya sekitar 65%,” urainya.

Menurutnya, dari data itu tercatat secara keseluruhan, artinya tidak hanya bersumber dari retribusi pasar. Pihaknya mengaku jumlah pendapatan sebesar Rp 1,9 miliar tersebut terdiri dari retribusi pasar harian, ruko, dan parkir. Dari sumber pendapatan tersebut yang memberikan kontribusi terbesar yakni Pasar Anom Baru dan Pasar Lenteng.

“Itu sudah total keseluruhannya ya, tidak hanya dari retribusi pasar,” jelasnya.

Dia mengatakan, salah satu tugas dan fungsi Dinas Koperasi UKM dan Perindag Kabupaten Sumenep adalah meninjau keadaan pasar se-Kabupaten Sumenep. Di samping itu mengkroscek perkembangan Koperasi dan UMKM.

Tugas tiga variabel tersebut menjadi salah satu penggerak dari perekenomian masyarakat. Untuk itu, pihaknya mencoba melakukan kunjungan ke pasar terbesar di Kabupaten Sumenep dengan harapan menginventarisasi berbagai macam potret kondisi pasar yang ada saat ini.

“Dari potret yang dilihat dan didengar itu menjadi salah satu bahan evaluasi dan acuan untuk bisa membuat sebuah program, pekerjaan ke depan menjadikan pasar yang sehat, bersih, serta mewujudkan pasar yang disenangi oleh masyarakat. Kita mencoba untuk itu. Yang sudah dilakukan sebelumnya alhamdulillah kita pertahankan, dan yang belum kami tingkatkan,” tandasnya.

Editor                             : Brolek
Copyright © 2022 liputan12.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here