Selamatkan Dokumen Pemkab, Bupati Sumenep Resmikan Gedung Wisata Kearsipan

0
17

SUMENEP | LIPUTAN12 – Bupati Sumenep dr. KH. A Busyro Karim didampingi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Ahmad Masuni, resmikan pembukan gedung Wisata Arsip di gedung Perpustakaan Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, Selasa (16/2/2021).

Dalam sambutannya Bupati Sumenep menyampaikan betapa pentingnya menyimpan sebuah arsip atau dokumen agar sejarah Sumenep tidak hilang ataupun tidak putus.

Menurutnya, akan putus suatu sejarah apabila keberadaan arsip tidak bisa disimpan dengan baik dan benar.

“Betapa indahnya kalau arsip yang ada langsung sama dengan data yang ada di Sumenep. Pentingnya arsip ini dan dokumen-dokumen yang memang harus diamankan, karena akan putus sejarah ketika tidak bisa menyimpan semua arsip yang ada,” kata dr. KH. A Busyro Karim.

Selain arsip dalam bentuk buku, Bupati dua priode ini menuturkan, semua yang ada di big data masuk harus didata semua, sehingga bimbingan OPD aktif memberikan data-data itu agar masyarakat tahu yang diperlukan tentang data Sumenep.

Dan ini juga harus dipikirkan bagaimana ke depan yang sudah serba digitalisasi sehingga data tidak hanya berupa tulisan maupun buku. Akan tetapi harus ada elektronik tentang arsip, sehingga apa bila ada hal-hal yang bisa mengakibatkan arsip hilang masih bisa diketemukan di e-filing.

“Untuk ke depan arsip dalam bentuk e-filing juga harus dimiliki, agar ketika sewaktu waktu ada musibah seperti kebakaran arsip-arsip itu masih bisa kita dapatkan lagi lewat e-filing itu,” harapnya.

Selain itu Bupati yang sebentar lagi mengakhiri masa jabatnnya ini mengatakan, dibutuhkannya juga adanya koordinasinya dengan Kominfo dan lain-lainnya untuk bagaimana data tidak hanya sekedar terlihat secara fisik, tetapi anak cucu kita besok tinggal nge klik.

“Untung waktu saya jadi bupati ada pak Masuni yang masuk di perpustakaan ini, seandainya tidak ada pak Masuni mungkin tidak ada juga arsipnya Bupati Busyro, karena yang KH Ramdan katanya gak ada, apalagi di atasnya KH Ramdan, tapi karena ada pak masuni di sini jadi terdata semua,” tukasnya.

Dengan pembacaan basmalah mulai hari ini, Bupati resmikan Gedung Wisata Arsip Kabupaten Sumenep dan sudah dapat digunakan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Ahmad Masuni menyampaikan, Alhamdulillah pada hari ini kita dapat bertemu di tempat kantor perpustakaan dalam rangka untuk melihat langsung kondisi Gedung Wisata Arsip terbaru.

Saya bangga karena peresmian Gedung Wisata Arsip ini berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, terlebih lagi karena acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Sumenep.

Arsip atau dokumen adalah hal penting, maka harus disimpan dengan benar dan baik karena ada sangsi pidana tentang kearsipan, hanya saja undang-undang tentang kearsipan masih tidak populer di kalangan OPD.

“Kalau arsip ditelantarkan dengan tempat atau bukan tempatnya itu ada sanksi pidana, yang tertera di undang-undang nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan, cuma masih belum diserahkan undang-undang ini belum populer di setiap OPD,” kata Kadis Masuni.

“Akan Tapi, ini akan populer ketika ada kasus hukum arsip menjadi tolak ukur pertama yang akan dicari oleh penyidik. Maka dari itu kepada OPD sekalian setiap bekerja arsipnya disimpan yang bagus jangan sampek kemana mana atau dibuang,” jelasnya.

Sekarang banyak orang luar yang memegang dokumen-dokumen yang tidak hukumnya tidak wajib untuk pegang dokumen itu.

“Kenapa kok bisa keluar berita kelolanya masih belum maksimal, jadi nanti kepada OPD menugaskan satu orang atau dua orang petugas yang sangat sungguh-sungguh sangat serius dalam mengelolah tata kelola arsip dan juga arsip-arsip yang ada disumenep,” tukasnya.

Redaktur       : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here