Pulihkan Ekonomi, Wabup Sumenep: Peningkatan UMKM Jadi Program Prioritas

0
53
Wakil Bupati Sumenep, Nyai Hj Dewi Khalifah di ruang kerjanya, Senin (1/3/2021).

SUMENEP | LIPUTAN12 – Pasca dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Sumenep periode 2021 – 2024, program prioritas utama pada tahun pertama adalah meningkatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), apakah itu kuliner atau camilan yang ada di Sumenep.

“Kami akan melakukan meeting data untuk UMKM sebagai upaya meningkatkan UMKM, apakah itu kuliner atau camilan, sehingga nantinya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait utamanya dinas perdagangan dan Dinas Koperasi,” ungkap Wakil Bupati Sumenep Nyai Hj Dewi Khalifah, saat ditemui media liputan12 di ruang kerjanya pada hari pertama masuk kerja, Senin (1/3/2021).

Ia menjelaskan, bagaimana mereka melakukan pendampingan pelatihan dan perizinan agar legalitas usaha yang masih belum punya, ya bisa punya legalitas.

“Bagaimana pelaku usaha mikro bisa punya legalitas agar bisa bersaing dengan produk yang ada diluar Kabupaten,” jelas Wakil Bupati.

Apalagi saat ini, lanjutnya, dampak covid-19 sangat berpengaruh terhadap Pelaku UMKM yang harus terpaksa tutup disebabkan adanya PSBB atau pembatasan waktu.

“Intinya adalah, bagaimana Pemkab itu sendiri untuk bisa memulihkan perekonomian yang jelas sudah terdampak Covid ini salah satu sektor yang paling memungkinkan adalah pemkab harus bisa menjaga kwalitas yang bagus, sehingga mereka harus masuk pada komodity sektor, paling tidak pemkab Itu sendiri harus melakukan pendampingan, dari sejak pemberian bantuan, penelitian sampai ke permodalan dan pemasaran,” paparnya.

Ini semua berseiring dengan Visi Misi kami dengan Tagline “Bismillah melayani”, yang mana pada pengembangan ekonomi produktif yang akan dikembangkn dari hulu ke hilir. Sehingga pendampingan itu harus dilakukan dan fokus, bahkan berupaya nanti bisa dibina minimal 1 kecamatan 1 produk unggulan.

“Nanti akan dikerjasamakan dengan beberapa pondok pesantren, kita akan dipadukan dengan program yang sudah ada seperti Wirausahawan muda, nanti kita akan gabung dan disambungkan. Jadi kami akan merintis wirausahawan santri. Ini seiring dengan program jawa timur (One produc One pesantren),” tuturnya.

Dikonfirmasi terkait dengan adanya para pelaku UMKM kerajinan, seperti Pengrajin batik Keris yang dinilai sudah punya pasar tersendiri yang sudah dikenal di Nasional, Ketua Muslimat NU Sumenep ini munuturkan, nanti akan dbuatkan klaster tersendiri, karena menurutnya, saat ini batik di sumenep masih fokus pada kain.

“Jadi fashion pun kita masih kekurangan konfeksi, mungkin nanti bisa dikerjasamakan dengan Disperindag dan juga BLK agar lebih profesional hasilnya,” ucapnya.

Wabup Nyai Eva menambahkan, kemarin saya sudah ketemu dengan beberapa etnik nusantara di Surabaya, dan mereka siap mendampingi. Untuk fashion itu bisa dikembangkan, dimulai dari design nya, kemudian nanti produk jadinya akan dibuat seperti apa, bahkan nanti kita akan mmbuat pagelaran beberapa event untuk supaya batik kabupaten sumenep bsa dikenal di daerah sendiri.

Sehingga untuk kedepannya kita bisa buatkan aturan, semisal kalau sebelumnya hanya diwajibkan untuk anak sekolah mungkin nanti bisa dikembangkan untuk diwajibkan seragam seluruh ASN, juga oleh beberapa perangkat desa serta para guru, para pegawai di setiap instansi.

“Di sisi lain kita harus melihat juga terhadap para pelaku konveksinya, mengingat di sumenep ini hanya ada tukang jahit biasa, kalau kita sudah punya konveksi melelaui pelatihan mungkin nanti bisa lebih murah biaya jahitnya. Dan kita berusaha wajib mencintai produk daerah sendiri,” pungkasnya.

Wakil Bupati juga menjabarkan berbagai program, di antaranya peningkatan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM dan pengembangan Ekonomi Kreatif secara berkelanjutan, seperti peningkatan kemitraan usaha antara UMKM, peningkatan kapasitas, jangkauan dan inovasi, peningkatan daya saing produk dan usaha kreatif dan digital, optimalisasi pemanfaatan teknologi Digital dan Industry 4.0, serta peningkatan penerapan praktik berkelanjutan di industri pengolahan dan pariwisata.

Redaktur       : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here