Pasca Dilantik, Achmad Fauzi – Nyai Eva Siap Jalankan Visi Misi dan 8 Program Prioritas

0
30
Pasangan Achmad Fauzi, S.H., M.H., dan Nyai Hj. Dewi Khalifah, S.H., M.H., M.Pd saat dilantik Gubernur Jawa Timur sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumenep di gedung Grahadi Surabaya, Jumat (26/2/2021).

SUMENEP | LIPUTAN12 – Pasangan Achmad Fauzi, S.H., M.H., dan Nyai Hj. Dewi Khalifah, S.H., M.H., M.Pd resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumenep periode 2021-2024, di gedung Grahadi Surabaya oleh Gubernur Jawa Timur, bersama 16 kepala daerah lainnya hasil Pilkada serentak 2020 pada hari Jumat (26/2/2021).

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 131.35-312 Tahun 2021 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 di Kabupaten dan Kota Pada Provinsi Jawa Timur.

Dan Keputusan Dalam Negeri Nomor 131.35-368 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.35-312 Tahun 2021 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 di Kabupaten dan Kota Pada Provinsi Jawa Timur.

Pelantikan sekaligus pengambilan sumpah jabatan Bupati dan Wakil Bupati beserta Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda berlangsung
digelar secara virtual dengan penuh Khidmat dalam rangka penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Pengambilan sumpah yang dibacakan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sekaligus penyematan Pin sebagai tanda sah sebagai Bupati dan Wakip Bupati yang lain.

“Kepada saudara Achmad Fauzi dan Saudari Nyai Dewi Hj Khalifah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumenep,” ucap Gubernur Khofifah saat membacakan naskah pelantikan.

Dalam sambutannya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan pesan Presiden RI, agar seluruh kepala daerah bekerja cepat dan detil, serta mendoakan para bupati dan wakil bupati yang hari ini sudah Resmi dilantik.

“Semoga sukses, serta cepat, tepat, dan detail,” kata Gubernur.

Selanjutnya, ia juga menyampaikan supaya para kepala daerah memperhatikan betul akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Hari ini masih pada posisi PPKM Mikro, artinya para bupati dan wakil bupati diharapkan kecepatan kerjanya harus dilakukan dengan baik. Tetapi masih ada hal yang masih harus kita hadapi. Covid-19 di Jawa Timur memang sudah melandai. Tapi belum berhenti penyebarannya,” tandasnya.

Sementara Bupati Sumenep terpilih Achmad Fauzi seusai pelantikannya menyampaikan, pihaknya mengaku bersyukur karena pada hari ini dirinya bersama Nyai Eva telah resmi menjadi bupati dan wakil bupati.

“Alhamdulillah hari ini kami sudah resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumenep. Semoga kami bisa menjadi pemimpin yang amanah,” ucapnya.

Fauzi menuturkan akan langsung bergegas menunjukkan kerja dan kinerjanya untuk masyarakat di Kabupaten Sumenep yang terdiri dari lingkup wilayah daratan dan kepulauan itu.

Sebab menurutnya, saat ini yang dibutuhkan oleh masyarakat di Kabupaten Sumenep adalah kerja nyata bukan hanya sebatas wacana saja.

“Kami akan langsung tancap gas untuk bekerja demi kepentingan warga Sumenep,” tandasnya.

Pihaknya juga memohon doa serta dukungan kepada seluruh masyarakat Sumenep agar ke depan bisa menjalankan roda pemerintahan dengan baik.

“Kepada segenap masyarakat Sumenep, mohon doanya, restunya serta dukungannya. Ke depan kami siap diberi banyak masukan, mudah-mudahan Sumenep menjadi lebih baik,” harapnya.

Diketahui, Dalam proses pencalonannya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumenep pada Pilkada Serentak 2020 lalu, pasangan Fauzi – Nyai Eva yang mempunyai Tagline Bismillah Melayani ini memiliki visi “Sumenep unggul, mandiri, dan sejahtera.”

Sedangkan misinya adalah membangun kualitas SDM berdaya saing di bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan.

Kemudian meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis kawasan dari hulu ke hilir, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, inovatif dan responsif dalam melayani masyarakat.

Sementara, Misi lainnya adalah melaksanakan pembangunan berazaskan gotong royong dan berkearifan lokal, serta memperkuat pembangunan infrastruktur berbasis lingkungan hidup yang berimbang antara daratan dan kepulauan.

Ada 8 program prioritas yang akan dilakukan Bupati nanti, di antaranya Sbb:

1. Penguatan kompetensi, peningkatan kesejahteraan guru sekolah, guru ngaji dan guru madrasah diniyah serta dukungan program beasiswa.
2. Peningkatan kualitas standar pelayanan dan pembangunan kesehatan dasar.
3. Mencetak wirausaha santri dari kalangan muda di era industri 4.0.
4. Pengembangan ekonomi kawasan dan percepatan ekonomi berbasis desa tematik.
5. Mewujudkan kawasan wisata Madura (visit Madura) dan pengembangan ekonomi kreatif.
6. Tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional (smart city).
7. Peningkatan penanganan masalah sosial dengan semangat gotong royong.
8. Meningkatan infrastruktur dan moda transportasi kepulauan.

“Untuk menyukseskan visi misi yang kami emban, saya minta kepada seluruh OPD dan jajarannya agar ke depan bisa bekerja cepat, tepat, dan detil, sebagaimana disinggung Ibu Gubernur saat menyampaikan sambutan,” terangnya.

Menurutnya, ketika nantinya terdapat yang masih kurang dipastikan akan diberikan sentuhan-sentuhan inovasi yang dilakukan selama lima tahun berjalan sebelumnya perlu dievaluasi. Kalau perlu bagaimana ditingkatkan memaksimalkan.

“Kita maksimalkan. Soal good and clean governance juga akan total menjadi perhatian, untuk menata birokrasi yang baik dan akuntabel,” tukasnya.

Redaktur      : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here