Jelang Purna Jabatan, Busyro Karim Sisakan PR Buat Bupati Sumenep Terpilih

0
39

SUMENEP | LIPUTAN12 – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Paripurna tentang penyampaian berakhirnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati periode 2016-2021, serta penyampaian pengumuman hasil penetapan KPU Sumenep terhadap pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil Pilkada serentak tahun 2021, pada hari Senin (25/1/2021) di Aula Sidang DPRD Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan laporan akhir jabatan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, yang dibacakan KH. A Busyro Karim dalam sidang paripurna anggota DPRD, angka kemiskinan di kabupaten ujung timur Madura itu pada tahun 2019 masih cukup tinggi, yakni sekitar 19,48 persen.

Memang angka itu mengalami penurunan jika dibandingkan angka kemiskinan tahun 2018 lalu yang mencapai 20,16 persen. Jika di presentasikan hanya mengalami penurunan kurang dari 1 persen atau 6.620 orang. Namun angka kemiskinan sebesae 19, 48 persen bukanlah angka yang kecil di kabupaten dengan jumlah penduduk 1.092.387 jiwa pada tahun 2020.

“Ini adalah pekerjaan rumah (PR) besar yang ditinggalkan, walaupun banyak program-program yang masuk adalah pengentasan kemiskinan harus jadi perorioritas,” kata Busyro Karim kepada awak media usai sidang paripurna.

Selain pengentasan kemiskinan, kata Busyro, terobosan yang perlu dilakukan oleh bupati terpilih nantinya, yakni masalah infrastruktur, karena infrastruktur jalan terdapat nilai ekonomis.

“Namun, dengan luasnya kabupaten Sumenep tidak bisa semuanya serentak dibangun. Karena persoalannya masalah anggaran, keterbatasan APBD,” imbuhnya.

Seperti yang diketahui, KH A. Busryo Karim sudah menahkodai kabupaten dengan julukan Kota Keris ini selama dua periode atau selama 10 tahun terakhir. Jika dirata-rata selama kepemimpin nya setiap tahun nya angka kemiskinan hanya mengalami penurunan sebesar 0,30 persen. Hal ini tentu masih cukup lambat jika dibandingkan dengangan rata-rata penurunan angka kemiskinan Provinsi Jawa Timur sebesar 2, 80 persen, dengan demikian berdasarkan data Badan Statistik Pusat (BPS), Sumenep masuk daftar 10 Kabupaten termiskin di Jawa Timur dan nomor urut 2 termiskin setelah Kabupaten Sampang dari 38 Kabupaten/Kota se Jawa Timur.

Tentu kondisi ini akan menjadi warisan bagi esatafet kepemimpin selanjutnya di Kabupaten Sumenep. Utamanya Bupati terpilih yang sudah ditetapkan KPU Sumenep pada Jum’at 23 Januari 2021, untuk segera melakukan terobosan terobosan dan menggenjot akselerasi kebijakan di bidang kesejahteraan sosial dalam hal ini kaitannya untuk menekan angka kemiskinan, agar masyarakat Sumenep secara umum dapat melihat kehadiran negara dan kontestasi Pilkada bukan hanya sekedar perebutan kekuasan semata akan tetapi menjadi harapan baru bagi kaum proletar merubah nasibnya.

Namun, Bupati dan Wakil Bupati Sumenep terpilih nantinya jika memiliki hambatan di dalam menuangkan gagasan-gagasan perubahan sosial berupa kesejahteraan, yang dituangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam bentuk kebijakan.

Karena postur APBD Kabupaten Sumenep 2021 ini sudah disahkan oleh ekskutif bersama legislatif oleh pemerintahan periode 2016-2021. Pemerintah terpilih harus bersabar terlebih dahulu dan mengendapkan gagasan-gagasan politiknya didalam alam pikirnya hingga pembahasan APBD berikutnya.

Politisi senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga berpamitan dan permintaan maaf kepada seluruh elemen termasuk, OPD, Anggota DPRD Sumenep, Kejaksaan, kepolisian dan Wartawan.

“Terima kasih atas kerja samanya dan mohon maaf,” ucapnya

Di sisi lain, kendala selama ini kenapa masih menyisahkan PR karena keterbatasan ABPD dan anggaran ditambah persoalan covid.

Untuk menjawab itu, KH Busyro Karim berharap kepada Bupati terpilih silahkan melakukan terobosan baru.

“Pada tahun 2021 Bupati yang baru masih dalam pandemi covid-19, tentu anggaran akan difokuskan soal penanganan itu,” tukasnya.

Redaktur : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here