Bupati Bogor Bentuk Tim Tanggap Darurat Bencana

0
114

LIPUTAN12.ID|Cibinong, BOGOR – Pasca bencana yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Bogor pada awal tahun 2020, Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor segera membentuk Tim Tanggap Daruruat, yang diketuai langsung oleh Bupati Bogor Ade Yasin.

“Hari ini kita melakukan rapat koordinasi untuk mengevaluasi yang sudah terjadi, dan apa yang sudah dilakukan serta apa saja yang belum dilakukan. Sekaligus juga membentuk tim tanggap darurat bencana,” demikian disampaikan Bupati Bogor Ade Yasin saat memimpin rapat koordinasi di Pendopo Bupati, Senin (6/1/2020).

Menurut Ade Yasin, memang bencana, terutama yang terjadi di Kecamatan Sukajaya butuh waktu lama untuk menyelesaikan semuanya, dan juga sangat dikhawatirkan dalam menangani bencana ini terjadi yang tidak diinginkan.

“Untuk itu kita ini ingin lakukan antisipasi jangan sampai terjadi longsor lagi. Makanya saya tadi rapat kordinasi dengan semua pihak yang terkait termasuk Forkompimda,” ungkapnya.

Dikatakannya pula, ini adalah upaya untuk mengantisipasi dan penanganan pengungsi dan korban bencana longsor atau banjir. Dan apa yang mereka butuhkan juga harus terealisasi.

“Berapa biayanya kita juga harus mulai menghitung, dan langkah apa yang harus dilakukan, karena kaitannya infrastruktur juga yang rusak. Kemarin juga kita sudah lakukan pembukaan akses jalan, dan hari ini diupayakan bisa selesai dan dalam kurang waktu satu Minggu bisa terbuka akses utama,” jelas Ade.

Ketika setelah pembukaan akses lanjut Ade Yasin, pemerintah daerah juga harus sudah melakukan inventarisir korban longsor, apakah nantinya akan pindah lagi ke tempat lain atau kembali ke tempat semula.

“Atau memang harus di relokasi, karena banyak rumahnya terkubur berarti kondisi tanahnya tidak bagus untuk di tinggalli, dan masih ada juga yang bisa baik ke rumah nya juga ketika di investigasi bahwa lokasinya aman ditinggali kembali,” tutur Ade.

Dalam pembahasan tadi juga, kata Ade menambahkan, pemerintah Kabupaten Bogor juga harus menyediakan tempat untuk relokasi, karena memang banyak rumah warga yang tidak mungkin ditinggali kembali.

“Nah mulai cari lokasi dari sekarang, mulai dari mana kan tidak mudah juga merelokasi, karena banyak warga juga berat untuk meninggalkan tempatnya semula, tapi kalau terpaksa kita harus berikan tempat buat mereka nyaman, ada kemungkinan di kecamatan sama atau di kecamatan sebelah,” pungkasnya.

Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here