Maling Dana Bos, Tersangka ND Diamankan Tim Tabur Kejagung dan Kejati Sumsel

0
38

JAKARTA | LIPUTAN12 – Tim Tangkap buronan (Tabur) Kejaksaan Agung (Kejagung) bersama Tim Tabur Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan berhasil mengamankan buronan tindak pidana korupsi (Tipikor) atas nama ND (inisial-red), di Bukit Indah Residence, Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Selasa (14/9/2021) pukul 18.00 WIB.

ND (56) tahun, seorang perempuan bekerja sebagai ASN, beragama Islam, warga negara Indonesia, dengan alamat komplek Bukit Nasa Indah Blok M 4 RT 042/RW 003, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukamari, Kota Palembang, Sumatera Selatan, merupakan buronan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, ND ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat penetapan tersangka Kepala Kejaksaan Negeri Palembang Nomor: 01 / L.6.10 / Fd.1 / Pidsus / 12 / 2020 tanggal 30 Desember 2020, atas dugaan telah melakukan dugaan penyelewangan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang bersumber dari APBN (BOSNAS) dan bantuan operasional sekolah sumber dana dari APBD (BOSDA) tahun anggaran 2019 pada SD Negeri 079 Palembang Triwulan II sebesar Rp 404.000.000 (empat ratus empat juta rupiah) dan Triwulan III sebesar Rp 560.600.000 (lima ratus enam puluh juta enam ratus ribu rupiah).

“Perbuatan tersangka sebagaimana diatur dan diancam pidana: Primair, Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Subsidair : Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” kata Kapuspenkum Kejagung dalam rilis tertulusnya, Selasa (14/9/2021).

Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengungkapkan, tersangka ND diamankan di Bukit Indah Residence, Banyuasin, Sumatera Selatan karena ketika dipanggil sebagai tersangka oleh Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, namun tersangka tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut dan karenanya kemudian yang bersangkutan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan akhirnya berhasil diamankan ketika pencarian diintensifkan bekerjasama dengan Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung.

“Melalui program Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan, kami menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,” tutupnya.

Redaktur   : Lekat Azadi
Copyright ©2021 liputan12.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here