Dompet Dhuafa Salurkan 1.000 Paket Bantuan bagi Rakyat Gaza 

0
71

BOGOR | LIPUTAN12 – Ratusan bangunan baik rumah, sarana publik luluh lantah akibat serangan misil Israel, dan terdapat 50 warga mengungsi di pengungsian dengan keterbatasan sarana seperti air bersih serta kebutuhan lainnya.

Dompet Dhuafa bersama Takween Association berhasil menyalurkan 1. 000 paket makanan (Gaza Foodbank), dengan rincian untuk tahap pertama ini sebanyak 500 paket disalurkan dan rencana di tahap kedua sebanyak 500 paket yang terus disalurkan bagi warga Gaza yang terdampak konflik Israel-Palestina.

Terlebih lagi, para penyintas masih tinggal di pengungsian dengan sarana yang terbatas. Selain 1.000 paket Gaza Foodbank ini, Dompet Dhuafa akan terus menggulirkan bantuan-bantuan pada masa pemulihan pasca konflik Israel-Palestina, seperti pembangunan kamar operasi, Covid-19 Centre, recovery disabilitas, pelatihan skill untuk perempuan di Gaza, renovasi sekolah-sekolah maupun masjid-masjid yang hancur dan fasilitas untuk sewa rumah bagi dhuafa di Palestina.

Sadi Dabboor, Chairman Takween Association for Development menjelaskan, pada hari Senin, 24 Mei 2021 lalu, dirinya berada di Gaza Utara, Palestina guna menyerahkan bantuan yang disalurkan kepada masyarakat termasuk anak-anak yang tinggal di sekitar Gaza Utara, dan yang saat ini harus pindah ke pengungsian.

“Karena, rumah mereka hancur akibat serangan Israel yang tak kenal henti hingga saat ini,” ungkap Sadi Dabboor, dikutip dari siaran langsung chanel youtube DDTV.

Sadi Dabboor menjelaskan, Takween Association akan selalu bersedia menjadi mitra Dompet Dhuafa sebagai kepanjangan tangan para donatur. Sehingga dapat menyentuh saudara-saudara yang menjadi korban dampak kekejaman Israel.

Sementara Ramadan, salah satu penerima manfaat bantuan tersebut mengaku sangat berterima kasih kepada masyarakat Indonesia, khususnya donatur Dompet Dhuafa yang telah membantu meringankan penderitaan warga Palestina.

“Kami telah menjadi korban atas konflik yang terjadi. Kami tahu rakyat Indonesia sayang kepada kami, dan kami rakyat Palestina sangat mengapresiasi perhatian dan bantuan dari kalian,” ungkap Ramadan.

Penerima manfaat lainnya, Mohammed Abu Mohadi (56), menunjuk reruntuhan bangunan di belakangnya dan menjelaskan bahwa reruntuhan bangunan tersebut adalah tempat tinggal dironya bersama warga Palestina lainnya.

“Sekarang rumah-rumah kami sudah runtuh. Saat ini kami harus mengungsi di tempat seadanya dan makanan seadanya. Alhamdulillah, kami sampaikan terima kasih kepada donatur Dompet Dhuafa dan pihak-pihak lainnya yang telah menyalurkan bantuan kepada kami,” ucapnya.

Direktur Komunikasi dan Aliansi Strategis Dompet Dhuafa, Bambang Suherman menjelaskan, sejak 2009, Dompet Dhuafa telah menyalurkan berbagai bantuan dalam aksi kemanusiaan untuk masyarakat Palestina.

Di antaranya, revitalisasi pabrik roti jabaliyah yang memproduksi sekitar sepuluh ribu roti per harinya, instalasi sumber air bersih pada 2010, mendirikan Gaza Foodbank sejak 2013, serta School for Gaza untuk anak-anak terdampak konflik Israel-Palestina pada 2014.

Pada tahun 2015 juga ada program Tebar Hewan Kurban (THK) yang menyentuh saudara-saudara di Palestina. Pada waktu itu ada sebagian hewan kurban dari total 22 ribu hewan kurban, yang di salurkan ke Palestina.

“Program lainnya ada DD Kitchen dan revitalisasi sarana umum seperti Sekolah-sekolah dan Masjid yang rusak akibat serangan Israel,” pungkas Bambang.

Kontributor : Jay
Redaktur     : Lekat Azadi
Copyright ©2021 liputan12.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here