Bongkar Kasus Narkotika Jaringan Internasional, Polda Aceh Sita Barang Bukti 353 Kg Sabu

0
38
Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Wahyu Widada, M.Phil (tengah) saat konferensi pers pengungkapan kasus Narkotika Jaringan Internasional di Aula Serba Guna Mapolda Aceh, Kamis (11/02/2021).

BANDA ACEH | LIPUTAN12 – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh berhasil mengungkap Kasus Narkotika Jaringan Internasional dan menyita Barang Bukti jenis Sabu seberat 353 Kilogram.

Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Wahyu Widada, M.Phil mengungkapkan, di satu sisi ini merupakan suatu keberhasilan polri dalam memberantas narkotika, namun di sisi lain Kapolda Aceh sangat prihatin melihat masih ditemukannya narkotika jenis sabu seberat 353 Kg di Aceh.

“Saya prihatin melihat sabu seberat itu masih ada di Aceh, ini sangat berpotensi untuk menghancurkan generasi emas Aceh,” ucap Irjen Pol Drs. Wahyu Widada, M.Phil saat memimpin langsung konferensi pers dengan awak media di Aula Serba Guna Mapolda Aceh, Kamis (11/02/2021).

Dalam Konferensi pers tersebut, Kapolda Aceh didampingi oleh Wakapolda Aceh Brigjen Pol Drs. Raden Purwadi, S.H, Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar, S.I.K., M.H., Kakanwil Bea Cukai Safuadi, Dirresnarkoba Polda Aceh Kombes Pol. Ade Sapari, S.I.K., S.H., beserta Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, S.H., S.I.K., M.Si.

Kapolda mengharapkan, dalam hal ini awak media agar ikut membantu kepolisian untuk mengedukasi masyarakat agar menjauhi narkotika dan ikut membantu memberantasnya.

“Awak media harus ikut membantu kepolisian dan kita semua harus bersatu untuk memberantas narkotika. Kalau tidak, mereka akan memanfatkan setiap celah untuk mensuplay narkotika ke Aceh,” ujarnya.

Lanjut Kapolda, kita harus menyamakan visi untuk membebaskan aceh dari peredaran narkotika. Kita dari kepolisian juga siap menindak tegas dan terukur agar mereka tidak coba-coba memasok narkotika ke Aceh.

“Ini semua kita lakukan untuk menyelamatkan generasi emas Aceh sebanyak 1.760.000 jiwa dari barang haram tersebut,” tegas Kapolda.

Di samping itu, Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar, S.I.K., M.H., juga menambahkan, sebenarnya informasi yang kami dapat sudah dari pertengahan Desember. Setelah itu langsung membentuk tim dan melibatkan pihak Bea Cukai karena modus mereka menggunakan jalur laut.

Ia menjelaskan, negara penghasil narkoba terbesar saat ini adalah Meksiko, Myanmar, dan Negara Timur Tengah yaitu Afganistan.

“Nantinya kami juga akan bekerja sama dengan kawan luar negeri dan agenci penegak hukum internasional,” ucap Jenderal bintang satu dari Mabes Polri ini.

Oleh karena itu Krisno mengharapkan, semua pihak harus bekerjasama dan pengungkapan ini merupakan hasil dari kerjasama tersebut.

“Kita harus bekerjasama untuk memberantas narkoba ini, karena kejahatan internasional khusus narkotika saat ini juga dilakukan dengan cara teroganisir, maka kita juga harus terorganisir untuk memberantasnya,” pungkasnya.

Kontributor : BP
Redaktur     : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here