oleh

Busyro Karim Ajak Semua Elemen Masyarakat Sumenep Perangi Narkoba

SUMENEP|LIPUTAN12 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersinergi dengan Polres Sumenep mengimbau dan mengajak semua elemen masyarakat untuk perangi peredaran narkoba yang semakin marak merambah pada semua kalangan masyarakat.

Parahnya lagi, generasi muda menjadi sasaran, yang sasarannya adalah semua tingkatan. Mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi, yang semuanya sudah tersentuh kasus narkoba, baik sebagai pengguna maupun pengedar.

Adanya deklarasi relawan anti narkoba tersebut bertujuan demi memberantas peredaran di Kabupaten ujung timur Pulau Madura.

Data kepolisian, kasus narkoba tercatat sebanyak 89 kasus dengan total jumlah 139 orang tersangka selama tahun 2020.

Hadir dalam kesempatan itu, Kiai Muqsith, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqayah, Kecamatan Guluk-guluk, kiai Taufiqurrahman, pengasuh Ponpes Matlabul Ulum, Kiai Qusyairi, dan para habib, serta relawan anti narkoba.

“Semoga peredaran di Sumenep dapat dikendalikan. Semoga Sumenep bisa bebas narkoba atas kerjasama semua elmen,” kata Bupati Busyro Karim dalam sambutannya, Jumat (13/11/2020).

Pihaknya menyatakan perang terhadap Narkoba, karena Narkoba merupakan perang gaya baru untuk menghancurkan suatu Negara.

“Perang gaya baru sekarang adalah melawan narkoba karena hanya dengan Narkoba akan melemahkan keamanan dan ketahanan sebuah Negara,” ujarnya.

Bahkan, Bupati dua periode ini menegaskan, mati bagi gembong Narkoba adalah hal yang tepat. “Narkoba adalah pemicu ketidak amankan dan memicu pula kelemahan tatanan di masyarakat,” tegasnya.

Berdasarkan data dari Polres Sumenep, sampai pekan kedua bulan November 2020, telah berhasil mengungkap 89 kasus narkoba dengan 137 tersangka terdiri dari 130 laki-laki dan 7 perempuan.

“Untuk barang bukti yang diamankan berupa sabu seberat 307,16 gram dan 10 butir pil. Sedangkan data rehabilitasi korban narkoba mencapai 29 orang, yang terbagi di BNNK, Pondok Pesantren dan Masjid,” paparnya.

Dengan banyaknya kasus narkoba itu, Suami Nurfitriana ini menyerukan kepada semua pihak untuk melawan narkoba secara bersama-sama, kolektif dan berkelanjutan. Jangan biarkan masa keemasan suatu bangsa terenggut akibat generasi penerus menjadi budak narkoba.

“Melalui momentum ini kita mengajak agar melakukan penguatan di tingkat keluarga. Peran orang tua harus sama-sama mengawasi pergaulan anak-anaknya. Di era globalisasi ini, pergaulan menjadi faktor utama keterlibatan generasi muda terlibat narkoba,” tukasnya.

Sementara Kapolres Sumenep, AKBP Darman menjelaskan dengan digelarnya apel relawan narkoba ini dengan melibatkan tokoh – tokoh pemuda yang ada di desa-desa. Tujuannya adalah, agar mereka para generasi muda bisa membantu dalam rangka proses pencegahan dan penanganan para korban narkoba.

“Ini adalah tugas mulia untuk kita semua. digelarnya Deklarasi relawan ini biar mereka melihat langsung dan terketuk hatinya untuk membantu kami menyelamatkan generasi muda dari peredaran dan penggunaan narkoba di Kabupaten Sumenep,” tutupnya.

Reporter: Kachonk
Editor     : Redaksi
Copyrigh © Liputan12 2020

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *