oleh

PMII Cabang Kepsul Mendesak Penegak Hukum Usut Tuntas Proyek Jalan Manaf-Wainib

SANANA|LIPUTAN12 – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Maluku Utara (Malut) telah melakukan verifikasi tahap I dan tahap II terkait dengan proyek pembangunan jalan Lintas Desa Manaf Kecamatan Sulawesi Tengah Menuju Desa Wainib Kecamatan Sulabesi Selatan dengan nilai kontrak Rp. 2.259.175.000 Tahun Anggaran 2016.

Pasalnya Proyek perbaikan Geometrik jalan Manaf-Wainib nomor Kontrak 910.916/620/09.BM/PU-KS/08/2016 tertanggal 8 September 2016 dengan nilai kontrak Rp. 2.259.175.000 telah dibayar uang muka melalui SP2D nomor 3427/SP2D-LS/KS/2016 pada tanggal 8 Desember 2016 senilai Rp. 451.835.000. Dari hasil cek fisik pelaksanaan pekerjaan tersebut, diketahui terdapat pelaksanaan pekerjaan infrastruktur jalan yang tidak sesuai spesifikasi senilai Rp. 333.836.318.

Hal ini mendapat sorotan dari Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kepulauan Sula, Sahril Soamole kepada Lipuatan12.id, Menyampaikan berdasarkan hasil verifikasi pelaksanaan kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran (TA) 2016, di Kabupaten Kepulauan Sula diduga tidak sesuai dengan spesifikasi nilai anggran.

“Berdasarkan hasil verifikasi tahap II oleh BPKP perwakilan Malut, terdapat pelaksanaan pekerjaan insfrastruktur jalan yang diduga tidak sesuai spesifikasi senilai Rp.333.836.318 dari uang muka yang dicairkan senilai Rp. 451.835.000,” jelas Sahril Sabtu, (7/11/20).

Pria yang Berkelahiran Desa Wainib Kecamatan Sulabesi Selatan ini mengakui data yang diketahuinya sudah dikonfirmasi ke Dinas PUPR, serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Selain itu juga mendesak kepada pihak penegak hukum agar segera mengusut tuntas kasus tersebut.

“Dari data BPKP yang kami kantongi ini sudah kami konfirmasi ke Dinas PUPR dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), mereka mengatakan tidak mengetahui persoalan pekerjaan jalan Manaf-Wainib,” tukas Sahril.

“Oleh karena itu Saya mendesak penegak Hukum baik Polres Kepulauan Sula maupun Kejaksaan Negeri Sanana agar segera mengusut tuntas dugaan temuan proyek pembangunan jalan Manaf-Wainib senilai ratusan juta yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK),” tutupnya.

Reporter: Lutfi Teapon
Editor     : Redaksi
Copyrigh © Liputan12 2020

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *