oleh

Dinilai Tidak Mematuhi Keputusan DPP, Ketua Bappilu PDIP Kepsul Akan Direshuffle

Foto: M. Ridho Guntoro, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Kepulauan Sula.

SANANA|LIPUTAN12 – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Kepulauan Sula, M. Ridho Guntoro mengatakan akan menyurati Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Provinsi Maluku Utara terkait rencana reshuffle terhadap Jufri Umasugi yang dinilai tidak mematuhi rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.

“Rencana reshuffle dilakukan terhadap kader yang tidak tertib, terutama kepada Jufri Umasagi yang juga selaku Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) dari PDIP Kepsul, karena dinilai tidak mematuhi rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP,” ungkap M. Ridho Guntoro kepada awak media, Minggu (25/10/2020).

M. Ridho Guntoro menyampaikan, seperti telah kita ketahui bersama bahwa PDIP memberikan rekomendasi serta dukungan penuh ke pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kepsul nomor urut 03 yakni Fifian Adeningsi Mus dan M. Saleh Marasabessy (FAM-SAH), sementara yang bersangkutan telah melakukan aktivitas kampanye dengan kandidat lain.

“Oleh karena itu, mau tidak mau, suka dan tidak suka, semua kader PDIP Kabupaten Kepulauan Sula harus taat dan wajib memberikan dukungan penuh kepada FAM-SAH untuk memenangkan momen pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kepsul Periode 2020-2025 sesuai dengan keputusan Partai,” kata Ridho sapaan akrabnya.

Ridho mengakui pihaknya sudah berkoordinasi dengan DPD, dan mempunyai bukti berupa foto dan video bahwa Jufri telah melakukan aktivitas kampanye dengan kandidat lain.

“Tadi DPC sudah berkoordinasi dengan DPD dan menyampaikan bukti berupa foto dan video, yang mana Saudara Jufri berkampanye dengan kandidat lain,” jelasnya.

Menurut Ridho, dirinya akan bertindak tegas bila kader PDIP tidak mematuhi keputusan DPP. Ini kita lakukan untuk menjaga kemungkinan jangan sampai kita punya partai menjadi buah bibir orang. DPC tentunya mengambil sikap tegas.

“Jika ada kader yang tidak sepaham atau tidak sependapat dengan keputusan DPP, maka DPC akan melakukan reshuffle,” tegasnya.

Reporter: Lutfi Teapon
Editor     : Redaksi
Copyrigh © Liputan12 2020

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *