oleh

240 Pendemo Omnibus Law di Proses Pidana, 87 Ditahan

Foto: Irjen Pol. Argo Yuwono, Kadiv Humas Polri

JAKARTA|LIPUTAN12 – Buntut kerusuhan yang terjadi saat demonstrasi tolak Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, Kamis (8/10), ribuan pendemo ditangkap lantaran diduga membuat kericuhan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Argo Yuwono menuturkan, pihaknya telah menangkap 5.918 pendemo dari seluruh demonstrasi yang terjadi di Indonesia.

Dari massa yang diamankan, sebanyak 240 orang dinaikan statusnya ke tahap penyidikan atau dengan kata lain dilakukan proses pidana.

“Sementara 153 orang masih dalam proses pemeriksaan, 87 orang sudah dilakukan penahanan,” papar Argo, Sabtu (10/10).

Mantan Karo Penmas Divisi Humas Polri ini mengklaim penegakan hukum terhadap pedemo anarkis dilakukan sebagai upaya Polri menjaga wibawa negara sekaligus memelihara ketertiban dan keamanan masyarakat.

“Negara tidak boleh kalah oleh premanisme dan intoleran,” tegasnya.

“Tak hanya itu, dari total seluruh pedemo yang ditangkap, 145 orang di antaranya reaktif covid-19 melalui rapid test,” ungkap Argo.

Polri melalui Kadiv Humas mengimbau agar elemen masyarakat yang menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja agar menempuh jalur hukum Mahkamah Konstitusi (MK) ketimbang aksi di jalan. **

Editor    : Redaksi
Copyrigh © Liputan12 2020

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *