oleh

Merasa Hak Ciptanya Dibajak, Pengrajin Batik Tulis Canteng Koneng Asal Sumenep Akan Tempuh Jalur Hukum

Foto: Didik Haryanto, Owner Batik Tulis Canteng Koneng Asal Sumenep Memperlihatkan Hasil Karyanya

LIPUTAN12.ID|SUMENEP – Didik Haryanto, pengrajin Batik Tulis Canteng Koneng di Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, keluhkan hasil karyanya dibajak oleh oknum pengusaha Sentra Batik terbesar di Kota Sumenep.

Korban (Didik Haryanto-red) yang merasa karyanya dibajak oleh oknum pengusaha Sentra Batik Al Barokah itu, akan menempuh jalur hukum. Menurut Didik Haryanto yang merupakan Owner dari Batik Tulis Canteng Koneng ini akan segera melengkapi bukti-buktinya jika karya motif batiknya dibajak.

“Kami selaku Owner Batik Tulis Canteng Koneng dan pencipta motif Tera’ Bulan akan menempuh jalur hukum,” ungkapnya kepada wartawan saat ditemui di Padepokannya, Kamis (26/3/2020).

Sebagai salah satu pengusaha batik tulis berskala besar di wilayah Kabupaten Sumenep, Didik mengaku ketika mendapat informasi bahwa karyanya sudah dibajak oleh oknom yang tidak bertanggung jawab, ia merasa dirugikan hak ciptaya yang sudah mematenkan kreasi motif batiknya.

Menurut Didik yang akrab disapa D’cako mengatakan, pihak pengusaha Sentra Batik Al-Barokah yang ada di desa Pakandangan Tengah Kecamatan Bluto terpaksa meniru karena atas permintaan Dinas Kesehatan Sumenep. Sementara Undang-Undang telah mengatur soal Penjiplakan sebuah Karya Seni hanya boleh dilakukan dan tidak lebih dari sepuluh persen.

“Motif tersebut adalah batik yang sangat istimewa dan dibandrol seharga Rp.3.000.000 (Tiga Juta Rupiah) di padepokan saya dan sudah terjual dan terpakai oleh kalangan pejabat. Boleh dibajak ataupun ditiru, tapi jangan lebih Sepuluh Persen lah, bila lebih siap-siap saya perkarakan siapapun itu yang sudah berani menjiplak hak cipta saya. Mohon maaf bukan maksud apa, biar masyarakat Sumenep tau kalau Kekayaan Intelektual itu sangat dilindungi di negeri ini,” tegasnya.

Didik juga menyampaikan bahwa akan mengungkap siapa dalang dan siapa saja yang ikut serta dalam pembajakan karyanya.

“Siapa saja pihak yang terlibat di dalamnya, maka harus bertanggung jawab, baik dari segi hukum Pidana tentang Undang-undang Nomer 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan hukum materil atau non materil,” pungkasnya.

Reporter: Kachonk

Komentar

News Feed