oleh

Dinkes Latih Relawan Layad Rawat dan Kader Kesehatan Profesional se-Kabupaten Bogor

LIPUTAN12.ID|SENTUL, BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melatih relawan layad rawat dan kader kesehatan profesional se-kabupaten Bogor melalui kegiatan Workshop Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD) yang digelar di Lorin Hotel Sentul, Rabu (27/11/2019).

Hal itu dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas relawan layad rawat dalam melakukan pelayanan kegawatdaruratan yang tepat, dan terpadu melalui sistem penanggulangan gawat darurat terpadu (SPGDT).

Kasi pelayanan kesehatan dan rujukan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Wartini menjelaskan, kegiatan pelatihan relawan layad rawat dilakukan untuk mempersiapkan relawan profesional dalam menanggulangi kegawatdaruratan di Kabupaten Bogor.

“Terlebih di musim pancaroba seperti saat ini. Relawan layad rawat harus siap dalam menanggulangi berbagai kemungkinan kegawatdaruratan yang bisa saja sewaktu-waktu terjadi,” katanya.

Ditambahkannya, pelatihan ini minimal bisa mendorong diri sendiri dalam menanggulangi kegawatdaruratan. Nantinya bisa ditularkan ke keluarga dan seluruh masyarakat di Kabupaten Bogor.

“Dalam menanggulangi kegawatdaruratan di Kabupaten Bogor perlu dilakukan dengan sinergi antara Dinkes, Puskesmas, relawan dan masyarakat. Tentunya untuk mendorong Kabupaten Bogor dan Jabar sehat sesuai harapan Bupati Bogor dan Gubernur Jawa Barat,” paparnya.

Sementara itu, Fasilitator M2M Muh. Ricky mengatakan, kegawatdaruratan terjadi dimana saja, kapan saja, dan pada siapa saja. Untuk itu dibutuhkan pertolongan yang cepat dan tepat untuk menanganinya. Pada saat terjadi kegawatdaruratan tiga hal yang harus direspon dengan cepat yakni, jalan nafas, pernafasan dan stop pendarahan.

“Untuk itu dibutuhkan penanganan tepat oleh petugas kesehatan, kader maupun masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi para relawan layad rawat maupun kader kesehatan dalam melakukan pertolongan pertama terhadap masalah kesehatan kegawatdaruratan yang profesional, tepat dan cepat,” ungkapnya.

Lanjutnya, profesional saja tidak cukup jika tidak dilakukan secara kolaborasi melalui sistem penanggulangan gawat darurat terpadu (SPGDT). Semua unsur harus terkoneksi mulai dari unsur kesehatan, unsur pengamanan, dan unsur penyelamat.

“Kabupaten Bogor sudah memiliki Aplikasi SITEGAR 119. Untuk optimalisasi sistem penanggulangan kegawatdaruratan terpadu. Diharapkan SITEGAR 119 bisa terkoneksi dengan Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, dan Kepolisian. Sehingga ketika ada kejadian kegawatdaruratan bisa jalan bareng berkolaborasi dengan baik. Karena menangani kegawatdaruratan ini tidak hanya tugas kesehatan. Semua unsur harus terlibat,” tegasnya.

Di tempat yang sama, perwakilan Dinkes Prov Jabar, Dwi suntariani mengatakan, relawan layad rawat merupakan kepanjangan tangan Pemerintah Provinsi Jabar dan Kabupaten/Kota Se-Jabar dalam menangani berbagai permasalahan kegawatdaruratan kesehatan. Mulai dari penanggulagan korban kecelakaan, bencana alam, keracunan hingga bunuh diri.

“Kami, serentak lakukan pelatihan ini kepada relawan layad rawat di seluruh Kabupaten/Kota Se-Jabar. Di samping untuk meningkatkan kualitas mereka dalam bertugas, juga cepat dalam menginformasikan dan menghubungi call senter di masing-masing daerahnya. Untuk di Kabupaten Bogor melalui SITEGAR 119,” pungkasnya.

Komentar

News Feed