oleh

Dukung 5 Program Perioritas Menteri PPPA RI, Arist Merdeka Sirait: Harapan Baru bagi Anak Indonesia

Bintang Puspayoga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA RI).

LIPUTAN12.ID|JAKARTA – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) sebagai lembaga independen di bidang perlindungan anak yang diberikan mandat, tugas dan fungsi untuk memberikan pembelaan dan perlindungan Anak di Indonesia, mendukung penuh lima program perioritas yang akan dilakukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen PPPA-RI) sebagai implementasi dari visi dan misi presiden dan wakil presiden RI lima tahun ke depan.

Arist Merdeka Sirait, Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak menilai bahwa, lima program perioritas pemerintah yang akan dieksekusi Kemen PPPA lima tahun menjadi harapan baru bagi anak Indonesia terbebas dari mata rantai kekerasan, ujaran kebencian, eksploitasi ekonomi (pekerja anak) dan perkawinan usia anak.

Dengan demikian, Komnas Perlindungan Anak dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) se Nusantara yang telah terverifikasi keberadaannya di daerah siap dilibatkan menjadi mitra kerja strategis Kemen PPPA.

“Kerjasama strategis berbasis partisipasi masyarakat dan penguatan kelembagaan perlindungan anak di daerah adalah prasyarat utama untuk mensukseskan lima program perioritas pemerintah,” demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait dalam rilisnya merespon ajakan Bintang Puspayoga selaku Menteri PPPA RI, Selasa (05/11/2019) di Jakarta.

Arist Merdeka Sirait, Ketua Umum
Komnas Perlindungan Anak.

Lebih jauh Arist menerangkan, sesuai dengan komitmen pemerintah memberikan perlindungan bagi anak tanpa diskriminasi serta dan UU Perkawinan tahun 1974 yang telah mendapat revisi MK melalui judicial review, UU RI tentang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Konvensi ILO No. 98 tentang larangan mempekerjakan anak dalam pekerjaan terburuk dan Konvesi Hak Anak (KHA) tahun 1989.

Program “BINTANG” untuk membebaskan anak dari kekerasan dan ujaran kebencian, eksploitasi anak tujuan ekonomi dan perkawinan usia anak sudah tepat dan segera dilaksanakan dengan melibatkan stakeholder perlindungan anak.

“Oleh sebab itu, untuk memastikan kerjasama strategis ini, Komnas Perlindungan Anak sedang menunggu diagendakan untuk bertemu ibu Menteri. Surat sudah diterima sekretariat Menteri untuk dijadwalkan,” ujar Arist.

Di sisi lain, Arist menghimbau agar seluruh LPA mitra kerja Komnas Anak di daerah menyiapkan diri secara organisatoris membantu melaksanakan lima program perirotas Kementerian PPPA yang dilaksanakan di daerah.

“Untuk mewujudkan kerjasama ini saya akan segera mengeluarkan surat edaran ke seluruh mitra kerja Komnas Perlindungan Anak di daerah,” tegas Arist.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan (lima) isu Prioritas pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang diamanahkan Presiden RI Joko Widodo kepadanya saat pelantikan kabinet Indonesia maju beberapa waktu lalu.

Kelima prioritas Isu PPP akan kami lakukan dengan maksimal dengan koordinasi dan sinergi dengan kementerian dan lembaga lembaga (K/L), masyarakat, organisasi perempuan dan stakeholder lainnya karena kami memiliki kewenangan terbatas sebagai kementerian koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan.

“Saya berharap semoga sinergi terkait pembangunan PPPA yang kita jalin tidak hanya sekedar wacana namun dapat diimplementasikan,” tutur menteri PPPA Bintang Puspayoga, saat menghadiri rapat percepatan penerapan visi dan misi presiden serta sasaran dan target rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024 di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Jakarta.

Bintang mengatakan ke 5 program yang menjadi fokus pembangunan PPPA berdasarkan arahan Presiden RI, yang pertama adalah peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan. Kedua peningkatan peran ibu dalam pendidikan anak. Ketiga penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Keempat penurunan pekerjaan anak dan yang kelima pencegahan perkawinan anak.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *