oleh

Oknum Kontraktor Tuduh Jaksa Nakal, Askun Desak Kejari Karawang Tempuh Langkah Hukum

FOTO: H. Asep Agustian, S.H., M.H., Pemerhati politik dan pemerintahan dan juga Pengacara senior asal Karawang.

LIPUTAN12.ID|KARAWANG – Tuduhan Jaksa nakal pada program
Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, yang dituduhkan oleh salah seorang kontraktor dalam pemberitaan media massa sebelumnya, terus mendapat reaksi dari berbagai pihak pihak.

Sebelumnya reaksi dilontarkan oleh Laskar Merah Putih (LMP) Karawang. Namun, kali ini pendapat datang dari H. Asep Agustian, S.H., M.H., salah seorang pemerhati politik dan pemerintahan yang juga pengacara senior asal Karawang.

Ia merasa geram dengan adanya sikap pemborong yang koar-koar di media massa, tapi tidak mau di sebutkan namanya.

“Bagaimana tidak geram, itu sikap pecundang. Kalau memang benar begitu adanya dan memiliki bukti yang kuat, kenapa tidak dibuka saja sekalian. Ini kan namanya saja tidak mau dimunculkan, kan pecundang namanya,” kata H. Asep Agustian yang akrab disapa Askun ini, Jumat (4/10).

Dan yang sangat disayangkan lanjut dia, ini si penulis beritanya juga sembarangan dalam menulis dan menerbitkan berita. Padahal, yang saya ketahui, di dalam media tersebut ada seorang wartawan yang sudah sangat senior, kok menulis berita tanpa mengedepankan asas praduga, dan tanpa melakukan konfirmasi kepada pihak yang dituduh.

“Dia konfirmasi dong kepada Kejari Karawang, agar berita bisa berimbang,” kata H. Asep Agustian.

Ditambahkannya, Saya mendorong pihak tertuduh, dalam hal ini TP4D Kejari Karawang agar segera mengambil upaya hukum. Check ke Dewan Pers itu medianya sudah terregister atau terdaftar belum di Dewan Pers? Jika memang sudah terdaftar, lakukan upaya laporan ke Dewan Pers agar dapat di proses.

“Lalu keluar putusan dalam bentuk amar putusan Dewan Pers. Itu pun kalau medianya sudah terdaftar di Dewan Pers. Kalau belum, apa yang mau diproses oleh Dewan Pers? Artinya, bisa langsung masuk ke ranah pidana,” tandasnya.

“Masalahnya, ini pihak tertuduh merupakan lembaga penegak hukum. Dengan adanya pemberitaan miring yang belum tentu dapat dibuktikan kebenarannya bisa tercoreng nama baik lembaga Kejaksaan Negeri Karawang,” pungkas H. Asep Agustian. (*)

Komentar

News Feed