oleh

Bupati Bogor Terapkan Sistem Zonasi Dalam Penanganan Sampah

BOGOR|Liputan12.id – Bupati Bogor Ade Yasin, secara resmi membuka kegiatan Workshop Peningkatan Kualitas Bank Sampah, yang dilaksanakan selama tiga hari oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, di Hotel Royal Safari Garden Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Selasa (16/7/2019).

Mengawali sambutannya, Ade Yasin mengungkapkan bahwa, kabupaten Bogor tentunya sampai saya habis masa jabatan pun permasalahan dan penanganan sampah tidak akan tertangani, karena pada kenyataannya penduduk kita 5.8 juta jiwa, yang buang sampah berapa, kalo kita hitung rata rata itu bisa mencapai lebih dari 3 juta orang dari 5.8 juta penduduk kabupaten Bogor.

Makanya sampah yang ada di kab. Bogor seharinya itu jumlahnya bisa mencapai 2800 ton. Baru terangkut oleh dinas, itu hanya sekitar 700 hingga 800 ton. Sedangkan sisanya ada yang di bakar, dikubur atau bahkan dibuang sembarangan.

“Nah..! prilaku seperti ini yang kita gencarkan untuk melaksanakan Operasi operasi bank sampah. Bahkan razia sampah pun harus terus dilakukan baik oleh Satpol PP, Aparat kecamatan maupun Aparat kelurahan. Semua, saya tugaskan untuk melakukan razia sampah,” ujar Bupati Bogor.

Workshop Peningkatan Kualitas Bank Sampah yang menghadirkan Narasumber Dr. Aqua Dwipayana, seorang Fakar Komunikasi dan Motivator Nasional, mengambil tema “Komunikasi dan Motivasi”.

Dibuka langsung oleh Bupati Bogor Ade Yasin dan dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor Drs. R. Pandji Ksatryadi, M.Si., Sekretaris DLH Budi Lukman, Kabid Pengelolaan Sampah DLH kab. Bogor Atis Tardiana, Camat Cisarua, Danramil dan Kapolsek Cisarua, serta diikuti 125 peserta dari 50 bank sampah se Kabupaten Bogor.

Lebih lanjut Bupati Ade Yasin menjelaskan, kita memang punya tempat sampah di Galuga, namun ini sudah Over Low, bahkan sampah dari kota bogor juga buang di situ. Disini saya mendorong untuk disegerakan pengoperasian Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Nambo, tetapi Nambo juga tidak hanya untuk kab. Bogor saja, ada dari Bekasi, Depok semua ke situ sehingga makin banyak sampah.

“Untuk solusi yang memang tepat dan sedikit meringankan yakni dengan mendirikan bank sampah, baik di induk maupun di beberapa lokasi atau yang kita tetapkan dengan zonasi atau yang kita kenal dengan sampah zonasi,” tambahnya.

Selain mendirikan bank sampah lanjut Bupati, kita juga telah memilik kampung ramah lingkungan dan di tahun ini akan kita tambah, sebab kampung ramah lingkungan tidak hanya bersih tapi membiasakan diri mengajarkan kepada anak anak kita juga bagaimana membuang sampah pada tempatnya.

“Disinilah pentingnya masyarakat yang mempunyai peran dalam mengurangi penggunaan dan pengendalian sampah plastik. DLH kab. Bogor sendiri telah membuat Perbup sampah plastik atau Bogor Antik. Dan ini tidak dilakukan hanya oleh pemerintah saja tapi juga oleh masyarakat,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati juga menegaskan, penerapan sanksi terhadap pelaku pembuang sampah sembarangan di kabupaten Bogor ini, sengaja saya ambil yang paling besar, dengan denda 50 juta rupiah. Dan itu telah tertuang dalam Peraturan daerah (Perda) No.2 tahun 2014 pasal 66 ayat 1 dan Perda No. 4 tahun 2015 pasal 9 ayat 2 dan pasal 39 ayat 1.

“Penerapan sanksi ini bertujuan agar membuat efek jera dan membuat sadar masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, sehingga mereka takut, dalam arti takut dia, lingkungannya akan tercemar dan bumi ini akan makin rusak akibat membuang sampah sembarangan,” tegas Ade Yasin.

Di akhir sambutannya Bupati menekankan bahwa, pada intinya, penanganan sampah di kabupaten Bogor kita terapkan sistem Zonasi. Di mana dengan sistem Zonasi lebih kepada bagaimana masyarakat peduli terhadap penanganan sampah. Dan penanganan sampah ini tentunya harus disiapkan sampah sampah Zonasi, sehingga tim pengangkutan tidak harus jarak jauh, serta membutuhkan biaya yang cukup besar.

“Jadi, kalau per Zonasi ini, ngangkutnya juga bisa di beberapa titik saja,” tutupnya.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor dalam laporannya memaparkan bahwa, tentang pengolahan sampah yang mana dalam kebijakan dan strategi nasional (Jaktranas) maupan dalam kebijakan dan strategi daerah (Jaktrasda) tersebut bahwa, Indonesia diharapkan di tahun 2025 bebas sampah, dengan penanganan 70 persen dan 30 persen pengurangan.

“Dalam pengurangan ini, Alhamdulillah kabupaten Bogor sudah terbentuk 407 kampung ramah lingkungan dan 364 bank sampah se kabupaten Bogor. Ini menandakan perkembangannya sangat pesat,” jelas Drs. R. Pandji Ksatryadi, M.Si.

Redaksi

Komentar

News Feed