RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Sediakan Pelayanan Rehab Gratis bagi Pecandu Narkoba

0
37
Wakil Bupati Sumenep Nyai Hj. Dewi Khalifah didampingi Unsur Forkopimda, saat meresmikan Balai Rehabilitasi Adiyaksa RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Jumat 01 Juli 2022 [Dok. Kachonk/liputan12].

SUMENEP | LIPUTAN12 – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep Provinsi Jawa Timur kini telah menyediakan pelayanan rehabilitasi bagi pecandu Narkoba yang diberi nama Balai Rehabilitasi Adiyaksa Kabupaten Sumenep.

Peresmian pelayanan rehabilitasi bagi pecandu Narkoba dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Sumenep Nyai Hj. Dewi Khalifah pada Jumat 01 Juli 2022, dengan dihadiri Kapolres Sumenep, Kajari Sumenep dan Dandim 0827 Sumenep beserta sejumlah Forkopimda Kabupaten Sumenep.

Adanya program pelayanan rehabilitasi tersebut atas inisiatif pemerintah pusat melalui Kejaksaan Agung (Kejagung). Hal ini khusus untuk menangani dan memberantas penyalahgunaan narkoba.

Direktur Utama RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dr. Erliyati menyampaikan, bahwa adanya Balai Rehabilitasi Adiyaksa diharapkan mampu menekan angka para pecandu narkoba. Terebih lagi dapat menurunkan peredaran narkoba di Kota Keris.

“Pastinya kita menyediakan Balai Rehabilitasi Adiyaksa ini, kita bekerjasama dengan semua pihak. Saya mewakili pemerintah daerah dan Kejari Sumenep, Insyaallah akan membantu,” kata dr. Erly kepada awak media di sela-sela acara peresmian.

Dirinya mengatakan, bahwa fasilitas akan terus ditambah, dari semula hanya dua tempat tidur akan dimaksimalkan menjadi delapan tempat tidur. Hal itu dilakukan agar banyak generasi muda dapat terselamatkan.

Menurutnya, meski seseorang yang sudah kecanduan akan sulit keluar dari jeratan barang haram tersebut. Namun tidak perlu berkecil hati, karena setiap penyakit pasti ada obatnya, dan RSUD dr. H Moh. Anwar Sumenep kini punya solusi untuk mengobati para pecandu narkoba yang ingin sekali berhenti dari pengaruh obat obatan terlarang tersebut.

“Kami selalu terbuka kepada masyarakat yang mau rehabilitasi diri karena jeratan narkoba, masyarakat yang berobat itu tidak akan ditangkap tidak akan dipidana, malahan akan dirawat secara optimal di RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep,” ucapnya.

Di samping itu, pihak RSUD Moh. Anwar Sumenep juga telah mempersiapkan tim medis khusus untuk menangani para pasien rehabilitasi.

“Nanti yang nangani ada dokter spesialis jiwa. Dokter spesialis jiwanya ada 6 orang dibantu petugas lainnya,” imbuhnya.

Saat melakukan rehabilitasi atau perawatan selama di rumah sakit, para pasien pecandu narkoba tidak akan dipungut biaya sepeserpun alias gratis.

dr. Erly menjelaskan, untuk masa penanganan pasien yang tersandung kasus narkoba berkisar tujuh hari sampai tiga puluh hari tergantung bagaimana kondisi dan respon si pasien ketika menjalani proses rehab, dan pasien tidak perlu memikirkan biaya rehab karena pembiayaan di support oleh BNN, yang penting pasien ada keinginan benar-benar ingin sembuh.

“Di sini direhab berkisar antara 7-30 hari tergantung kondisi pasien, untuk pembiayaan kita disuppot oleh BNN, dengan akumulasi sekitaran 7 Jutaan,” terangnya.

Untuk diketahui, bagi masyarakat yanh ingin mendapatkan layanan rehab tersebut pasien harus datang mengajukan diri untuk dilakukan rehab ke BNN, Kepolisian, Kejaksaan atau langsung ke RSUD Moh. Anwar Sumenep.

Editor                    : Lekat Azadi
Copyright © liputan12.id 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here