IDI Jadwalkan Pemanggilan dan Gelar Perkara Terkait Dugaan Malpraktek Oknum Dokter Umum

0
43
Agus Ariyanto, S.H., M.H., (c), CMed, Kepala Biro Hukum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bogor (dok. Budi/liputan12).

BOGOR | LIPUTAN12 – Dugaan salah dalam pemberian obat terhadap pasien oleh dokter umum dengan inisial MC, sehingga mengakibatkan pasien atas nama H. Misnan, mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya, mendapat reaksi dan tanggapan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bogor.

Biro Hukum IDI Kabupaten Bogor, Dr Agus Ariyanto, S.H., M.H.(c), CMed mengatakan kita sudah melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan (dokter MC-red) untuk klarifikasi terkait masalah yang dialaminya.

“Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sudah menjadwalkan pemanggilan dokter MC untuk klarifikasi sekaligus gelar perkara yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 25 Mei mendatang,” ujar Dr Agus Ariyanto saat dikonfirmasi awak media liputan12, Jumat (21/5/2021)

“Nanti kita lihat apakah ada kesalahan atau kelalaian dan atau pelanggaran Standard Operasional Prosedur (SOP) terkait pengobatan tersebut,” jelasnya.

Apakah Allergi obat atau Efek samping obat, atau Salah obat, lanjut Agus Ariyanto, ketiga terminologi kata ini punya konsekuensi hukumnya masing-masing.

“Hanya “salah obat” yang bisa dibawa ke ranah hukum, itupun harus melalui proses pembuktian yang panjang,” ungkapnya.

Akan tetapi, kata Agus, untuk sidang pembuktian akan digelar secara tertutup karna ini menyangkut profesi kedokteran dan kerahasiaan pasien.

“Nanti setelah sidang kita akan sampaikan kembali kepada awak media,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bogor juga menanggapi dan bereaksi tentang mencuatnya pemberitaan terkait oknum salah seorang dokter berinisial (MC) yang diduga salah dalam pemberian obat terhadap pasien, sehingga pasien atas nama H. Misnan, mengalami luka bakar.

Kepala Biro Hukum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bogor, Agus Ariyanto, S.H., M.H., (c), CMed mengungkapkan bahwa yang bersangkutan akan kita panggil untuk klarifikasi terkait kasus tersebut.

“Sesuai Standard Operasional Prosedur (SOP) IDI, kami akan memanggil yang bersangkutan untuk klarifikasi terkait kasus ini, apakah memang ada pelanggaran, kesalahan atau kelalaian. Seorang dokter harus mematuhi 3 norma sekaligus, yaitu norma etik, disiplin dan norma hukum,” ujar Agus Ariyanto kepada liputan12, Rabu (19/5/2021).

Ia menjelaskan apabila terbukti melakukan pelanggaran etik maka ada sanksi etik. Apabila terbukti melakukan pelanggaran disiplin maka akan ada sanksi disiplin, dan demikian pula apabila terjadi pelanggaran hukum maka sudah tentu ada kanalnya masing-masing.

“Kalau memang terbukti bersalah akan ada sanksi, mulai dari sanksi teguran, sanksi administratif sampai pencabutan izin. Tapi untuk menentukan salah ini juga tidak gampang, karena harus melalui sidang dulu di majelis kehormatan disiplin kedokteran Indonesia (MKDKI),” jelas Agus.

“Untuk permasalahan yang dialami dokter MC terkait salah pemberian obat, untuk terapi obat dan tindakan medis lainnya berarti menyangkut norma disiplin keilmuan dan kompetensi. Nanti kita lihat apakah sudah sesuai SOP apa tidak,” tutupnya.

Reporter     : Budi
Redaktur     : Lekat Azadi
Copyright© 2021 liputan12.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here