Harganas 2022, Bupati Sumenep Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Atasi Stunting

0
42
Bupati Sumenep Achmad Fauzi saat menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 tahun 2022 di Balai Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kamis 7 Juli 2022. [Dok. Kachonk/liputan12]

SUMENEP | LIPUTAN12 – Bupati Sumenep Achmad Fauzi menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 tahun 2022 di Balai Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kamis (7/7/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fauzi mengajak seluruh elemen masyarakat dan organisasi perangkat daerah (OPD) bersama-sama mengatasi dan mencegah masalah stunting, karena dalam percepatan penurunan angka stunting sangat beragam.

Bupati juga menyampaikan, para kepala desa, camat, kepala Puskesmas serta jajaran TNI dan Kepolisian serta seluruh lapisan masyarakat, untuk meningkatkan komitmen guna mencegah stunting demi mewujudkan keluarga berkualitas.

“Kami mengajak seluruh camat, puskesmas, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan semua elemen masyarakat untuk bersinergi dalam upaya menurunkan angka stunting dengan cara mengedukasi masyarakat agar tidak terjadi pernikahan di usia dini. Karena tingginya stunting sangat berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia (IPM) rendah yang muaranya pada peningkatan kemiskinan,” ujar Bupati Fauzi.

Dirinya yakin angka prevelensi stunting Kabupaten Sumenep dapat turun menjadi 14 persen pada 2024 sesuai dengan target pemerintah, apabila seluruh pihak  melakukan kerja cerdas dan kerja sama yang baik.

Untuk itulah, diharapkan komitmen berbagai pihak agar berperan aktif melakukan koordinasi dan komunikasi untuk bersama-sama dalam rangka mencegah dan menurunkan angka stunting.

“OPD terkait bisa mensinergikan langkah nyata yang dilakukan secara masif, terintegrasi dan terarah, supaya setiap kegiatan penurunan dan pencegahan stunting bisa dilaksanakan tepat sasaran,” tuturnya.

Karena itu, menurut Ketua DPC PDI Perjuangan persoalan stunting bukan hanya faktor ketahanan ekonomi, tetapi juga faktor sosial budaya yang ada di masyarakat. Salah satunya pernikahan dini yang rentan menyebabkan perceraian.

“Berdasarkan data, angka perceraian di Kabupaten Sumenep mencapai 2.311. Hal itu memicu goyahnya ketahanan ekonomi masyarakat,” terangnya.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep Agus Mulyono menyatakan langkah nyata yang dilakukan untuk mencegah dan menurunkan angka stunting, yakni membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebanyak 866 orang.

Selain itu, lanjutnya, juga melibatkan tiga komponen yaitu bidan desa, Tim Penggerak PKK desa dan kader KB desa yang jumlahnya 2000 orang.

“Mereka yang terjun langsung ke masyarakat dengan melakukan intervensi intensif, yakni intervensi sensitif di luar bidang kesehatan, namun sangat mendukung percepatan penurunan stunting dan intervensi spesifik yaitu lingkup bidang kesehatan,” tukasnya.

Editor                    : Lekat Azadi
Copyright © liputan12.id 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here