Terlapor Kasus Dugaan Penganiayaan Seorang Pemuda di Sumenep Mangkir dari Panggilan Polisi

0
30
Ipda Abu Hairi, Kanit Reskrim Polsek Sumenep Kota Polres Sumenep. -kachonk/liputan12-

SUMENEP | LIPUTAN12 – Terlapor kasus penganiayaan terhadap pemuda Desa Pinggirpapas mangkir dalam pemanggilan penyidik Polsek Sumenep Kota.

Kanit Reskrim Polsek Sumenep Kota Ipda Abu Hairi menyampaikan, penyidik merencanakan pemanggilan ulang terhadap terlapor, namun untuk pemanggilan berikutnya kita panggil secara resmi.

“Sudah kita hubungi SYD (inisial) selaku terlapor melalui telpon. Tetapi yang bersangkutan tidak hadir ke Mapolsekta Sumenep, berikutnya kita panggil secara bersurat,” kata Ipda Abu Hairi kepada awak media beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, SYD pemuda asal Kecamatan Bluto yang merupakan terduga pelaku penganiayaan atau pemukulan terhadap Asad Fatrio Pringgodani (20) tahun, asal Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep terus diproses penyidik Polsekta Sumenep.

Namun sayangnya, dalam proses pemeriksaan untuk dimintai keterangan, terlapor tidak hadir memenuhi panggilan polisi.

Ipda Abu mengatakan, pada saat menghubungi terduga pelaku penganiayaan itu via telponnya, terlapor berjanji akan hadir dalam pemanggilan itu, namun pada saat pemeriksaan terlapor tidak menghadiri panggilan tersebut.

“Iya mas, kemarin sudah dihubungi orangnya. Dia janji mau datang tapi gak datang-datang ini,” ujarnya.

Menurutnya, jika yang bersangkutan masih tetap tidak hadir dalam pemanggilan, terpaksa dalam waktu dekat ini Penyidik akan melayangkan surat panggilan berikutnya kepada terlapor.

“Dalam waktu dekat ini kita akan melayangkan surat,” tandasnya.

Pemanggilan terhadap terlapor SYD ini, lanjut Kanit Reskrim, masih tahap klarifikasi atas laporan dugaan penganiayaan atau pengeroyokan. Pihaknya berjanji akan segera mengusut tuntas peristiwa yang terjadi pada Pemuda asal Pinggir Papas itu.

Selain itu, polisi juga sudah mengantongi beberapa barang bukti, di antaranya bukti visum terkait dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh SYD. Penyidik juga telah memeriksa tiga saksi, dua di antaranya merupakan teman koraban dan satu dari pihak pengelola mr.ball yang merupakan dugaan penyebab awal terjadinya peristiwa ini.

“Untuk sementara masih tidak ada pengembangan lain. Saya rasa pengumpulan saksi itu sudah terpenuhi,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pemuda asal Desa Pinggirpapas Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Asad Fatrio Pringgodani (20) tahun, babak belur dihajar pelaku yang diduga lebih dari satu orang. Peristiwa penganiayaan terjadi ketika korban keluar dari tempat hiburan malam (THM) Tepatnya di depan Mr. Ball sumenep dan hendak mau pulang.

Diketahui, pemukulan itu terjadi dipinggir jalan JL. Arya Wiraraja, tepat depan Mr ball Desa Gung Gung, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, sekitar pukul 2.00 kamis (07/07/2022).

Korban Rio menceritakan, dirinya bersama dengan temannya Dea dan Putri sedang berhiburan di Mr Ball Desa Gung Gung, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, sekitar pukul 00.00 wib. Selang berapa waktu kemudian usai korban dan temannya keluar dari tempat hiburan itu tiba-tiba pelaku melakukan pemukulan pada korban.

“Setelah saya keluar dari Mr ball tiba-tiba Suryadi Warga asal Kecamatan Bluto mendatangi saya dan memukul saya secara membabi buta bersama teman temanya,” Ujar Rio pada awak media.

Korban mengatakan, para pelaku tiba tiba menyerang sehingga tidak bisa menghindar. Mendapat serangan tiba-tiba itu, korban pun terjatuh. Dalam kondisi terjatuh, para pelaku tanpa ampun memukul dan menendang tubuh korban.

“Tampa basa basi Tiba-tiba saya dipukul Saya sampai tersungkur. Muka saya luka dan beberapa bagian tubuh saya juga bengkak akibat penganiayaan itu,” akunya.

Parahnya lagi, lanjut Rio pelaku melancarkan aksinya tidak sendirian. Namun, pada saat itu Rio dikeroyok dari sejumlah kawan terlapor. Untungnya, Korban bisa menyelamatkan diri dengan cara melarikan diri.

“Dia bersama temannya mas, jadi saya dikeroyok,” jelasnya.

Terkait kasus penganiayaan ini, Imam Kachonk selaku pihak keluarga korban menegaskan, tetap memproses hukum kasus ini hingga tuntas. Sebab perbutan pelaku merupakan tindak pidana.

“Insiden penganiayaan terhadap keluarga kami beberapa waktu lalu Kami meminta aparat kepolisian untuk menanganinya secara profesional dan kooperatif,” ucapnya.

Pria yang juga sebagai ketua Organisasi kewartawanan ini mengaku, pihak keluarga korban menempuh jalur hukum demi mendapatkan rasa keadilan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, serta diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kami juga meminta kepada Kapolres Sumenep untuk menginstruksikan jajarannya yang menangani perkara ini untuk lebih bijak dan arif dalam memposisikan diri sebagai penegak hukum,” tandasnya.

Editor                              : Brolek
Copyright © 2022 liputan12.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here