Polres Sumenep Terus Memburu Pelaku Pengrusakan Police Line di Kafe Apoeng Kheta

0
44
Kabag Ops Polres Sumenep Kompol Achmad Robial saat melakukan pembukaan kembali Police Line di Kafe Apoeng Kheta, Sabtu (16/1/2021).

SUMENEP | LIPUTAN12 – Kepolisian Resor (Polres) Sumenep Polda Jatim resmi membuka kembali garis polisi (Police line) yang dipasang petugas di Kafe Apong Kheta beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, diperbolehkannya Kafe Apong Kheta beroperasi kembali, pihak kepolisian memastikan bahwa proses hukum yang sedang berlangsung tetaplah dilanjutkan.

Hal itu ditegaskan oleh Kabag Ops Polres Sumenep Kompol Achmad Robial yang menyatakan saat ini kasus pengrusakan Police Line masih dalam lidik dan akan terus mengejar dan memburu pelaku. hingga saat ini Polres belum berhasil menangkapnya.

“Berkaitan dengan pengrusakan Police Line itu, tetap kami proses secara hukum sampai tuntas,” kata Kompol Robi saat dikonfirmasi usai melakukan pembukaan kembali Kafe Apoeng Kheta, Sabtu (16/1/2021).

Bahkan pada keterangannya ter tanggal 12 Januari 2021, Kompol Achmad Robial mengatakan sudah memanggil beberapa saksi termasuk dalam hal itu adalah pengelola Kafe Apoeng Kheta, dan dari hasil pemeriksaan saksi dalam memberi keterangan terkesan saling lempar.

“Semua saling lempar, gak tau-gak tau semuanya (jawab saksi-red). Otomatis kalau dibuka, jelas ada yang membuka,” terangnya, Selasa (12/1/2020).

Ia juga berjanji kala itu akan terus mengejar pelaku yang diduga melakukan tindakan pengrusakan Police Line yang sudah dipasang oleh pihak Kepolisian Sumenep.

“Kita melakukan pengejaran terus sampai diketahui siapa yang bertanggung jawab atas pelepasan police line. Itu termasuk pidana, nanti kita terapkan KUHP Pasal 221,” tegasnya saat ditemui di kantornya kala itu.

Dikonfirmasi terkait pemilik resmi Kafe tersebut, Kompol Robial memaparkan bahwa pemilik pertama adalah Hamsuri dan saat ini telah alihkan atau digadaikan ke Kepada Desa (Kades) Warid, salah satu Kades di Kecamatan Bluto.

“Untuk saat ini sudah dialihkan ke kalebun Warid (Kepala Desa-red),” kata Robi, Sabtu (16/01/2020).

Senada dengan pihak Kepolisian, pemilik pertama Hamsuri ketika dikonfirmasi salah seorang wartawan lewat pesan Whatshapp pada jum’at (15/1/2021), mengatakan Kafe Apoeng Kheta sudah berpindah kepemilikan atau sudah dikelola warid (Kades Sera Tengah).

“Saya gadai dari bulan September, kalau gak salah mas ke kelebun warid,” demikian bunyi pesan Hamsuri.

Namun, ketika dikonfirmasi pada hari dan tanggal yang sama, Kepala Desa (Kades) Warid justru meminta wartawan untuk mengkonfirmasi ke pihak Dinas Perizinan Kabupaten Sumenep untuk mengetahui siapa pemilik Kafe Apoeng Kheta sebenarnya.

“Makanya aku sudah kasih petunjuk tanyak ke perijinan. Maka kamu akan tau siapa pemilik apoeng,” demikian jawab Warid dalam pesan singkat Whatshapp, Jumat (15/01/2020).

Lebih lanjut dalam pesan whatshapp tersebut, Warid menyuruh konfirmasi kepada pemiliknya terkait dengan pengrusakan Police Line, karena pada sebelumnya dimintai keterngan mengenai pengrusakan Police Line. Bahkan dalam pesan itu, Ia mengatakan kalau wartawan yang sedang memintai konfirmasi tersebut tidak memiliki kecerdasan.

“Jadi kamu nanyak pas sama pemiliknya siapa perusak garis polisi itu, tak cerdas kamu,” katanya lebih lanjut dalam pesan whatshapp tersebut.

Sekedar diketahui, Sat Narkoba Polres Sumenep bersama Polsek Saronggi memasang garis polisi atau police line di kafe Apoeng Kheta yang terletak di Kecamatan Saronggi pada Senin (9/11/2020) sore lalu.

Pemasangan garis polisi tersebut sehubungan dengan ditemukannya barang bukti (BB), di antaranya pipet yang diduga ada sisa narkotika jenis sabu-sabu pada saat razia pada Sabtu (7/11/2020) pukul 23.30 WIB. Yang pada saat itu juga anggota gabungan mendapati 8 orang sedang pesta miras di dalam Room Karaoke.

Petugas yang memasang garis polisi atau Police line dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polres Sumenep AKP Jaiman dan Kapolsek Saronggi Iptu Wahyudi Kusdarmawan.

Redaktur : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here