Nekat Merusak Police Line, Kabag Ops Polres Sumenep: Owner Kafe Apoeng Kheta Berdalih Tidak Tahu

0
80
Kabag Ops Polres Sumenep, Kompol Achmad Robial (dok. Imam Kachonk/liputan12).

SUMENEP | LIPUTAN12 – Pasca penggerebekan Kafe Apoeng Kheta yang nekat buka kembali secara diam diam pada Sabtu (2/1/2021) sekitar pukul 02.00 WIB lalu, dengan cara merusak dan membuang Garis Police Line atau garis polisi yang sudah dipasang oleh pihak kepolisian waktu lalu berbuntut panjang.

Kabag Ops Polres Sumenep Kompol Achmad Robial yang memimpin penggerebekan kala itu, mengatakan bahwa pelaku dugaan tindak pidana pengrusakan garis polisi yang dipasang oleh pihak berwajib di Kafe Apoeng Ketha yang terletak di Kecamatan Saronggi akan terus dikembangkan.

Kami menduga Kafe Apoeng Ketha nekat tetap beoprasi meskipun sudah dilakukan penutupan. Untuk diketahui penutupan dilakukan karena adanya dugaan Kafe Apoeng Ketha beroprasi tidak sesuai dengan izin yang tertera.

“Pelaku yang membuka Police Line atau garis polisi, orangnya akan kami kejar terus sampai ketemu,” ungkap Kompol Achmad Robial saat ditemui liputan12 di ruang kerjanya, Selasa (12/1/2021).

Ia menjelaskan, saat ini kasusnya tengah ditangani oleh Polsek Saronggi, dan masih dalam proses penyidikan. Dari hasil pemeriksaan saksi dalam memberi keterangan terkesan saling lempar.

“Semua saling lempar, mereka semua termasuk pemilik kafe menyatakan tidak tahu, otomatis kalau dibuka dipastikan ada yang membukak,” jelasnya.

Ditambahkannya, pada perkembangannya saat ini, pihak pengelola Kafe Apoeng Ketha melalui kuasa hukumnya meminta untuk melakukan pemugaran Kafe hingga dapat beroprasi kembali sesuai dengan izin yang tertera di Dinas Perizinan.

Kendati demikian kata Kompol Achmad Robial, meskipun nantinya diperbolehkan untuk beroprasi harus dengan catatan sesuai izin, dan tidak ada lagi room karaokenya. Itu semua harus direhabilitasi seperti layaknya restoran terbuka, dan hal itu juga tidak lah menggugurkan proses dugaan tindak pidana yang sedang berjalan.

“Izin nya yang tertera di perizinan untuk restoran bukan untuk karaoke, dan kami akan membuka Police Line apabila sudah dipugar menjadi resto,” paparnya.

Disoal terkait dengan kasus hukumnya, Kompol Robial dengan tegas menyatakan akan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku, termasuk penanggungjawab atas pengrusakan dan pembuangan police line tersebut.

“Kita melakukan pengejaran terus sampai diketahui siapa yang bertanggung jawab atas pelepasan police line itu. Itu termasuk pidana, nanti kita terapkan KUHP Pasal 221,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, Sat Narkoba Polres Sumenep bersama Polsek Saronggi memasang garis polisi atau police line di kafe Apoeng Kheta yang terletak di Kecamatan Saronggi pada Senin (9/11/2020) sore lalu.

Pemasangan garis polisi tersebut sehubungan dengan ditemukannya barang bukti (BB), di antaranya pipet yang diduga ada sisa narkotika jenis sabu-sabu pada saat razia pada Sabtu (7/11/2020), pukul 23.30 WIB. Yang pada saat itu juga anggota gabungan mendapati 8 orang sedang pesta miras di dalam Room Karaoke.

Petugas yang memasang garis polisi atau Police line dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polres Sumenep AKP Jaiman dan Kapolsek Saronggi Iptu Wahyudi Kusdarmawan.

Redaktur : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here