Maraknya Kasus Pencurian Bikin Resah Warga Guluk Guluk Sumenep, Polisi Diminta Tangkap Pelaku

0
83

SUMENEP | LIPUTAN12 – Warga Dusun Gang Asam RT 03/RW 10 Desa Guluk Guluk Kecamatan Guluk Guluk Kabupaten Sumenep resah dengan maraknya pencurian dan tindak kriminal lain yang kerap terjadi di rumahnya.

Akibat maraknya pencurian tersebut, banyak masyarakat merasa was-was dan mulai meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi tidak pidana kejahatan tersebut.

Helliyah, warga setempat yang kerap menjadi korban tindak pidana pencurian mengatakan, aksi kriminal itu memang sering terjadi di rumahnya. Sebelum kejadian kasus pencurian mesin cuci motor (Jet Water) di tempat usaha miliknya, memang sudah sering dijadikan langganan tindakan krimanal oleh pelaku kejahatan.

Dijelaskannya, sebelum-sebelumnya barang miliknya juga sering hilang, seperti keramik, semen, dan kompor. Waktu itu kami tidak berani melaporkan karena tidak mempunyai alat bukti yang kuat.

“Jadi, jangan sampai maraknya pencurian dan tindak kriminal mengancam ketenangan masyarakat dan mempengaruhi perkembangan di desanya ke depannya, apalagi saat ini musim pandemi Covid-19 yang semua ya serba susah,” ungkap Helliyah kepada liputan12, Rabu (10/3/2021).

Helliyah benar benar geram atas tindakan kejahatan tersebut, karena sering kemalingan di rumahnya. Terbaru, mesin cuci motor yang dicuri oleh orang tak dikenal dengan cara mematikan beberapa CCTV yang ada di rumahnya.

Kasus pencurian mesin cuci motor jenis Jet Water miliknya terjadi pada Kamis (25/2/2021) sekitar pukul 02.00 WIB malam. Saat itu beberapa CCTV nya yang terpasang di rumahnya tiba-tiba mati, diduga dirusak oleh maling tersebut.

“Dua CCTV yang dirusak ini sudah saya perbaiki. Setelah dicek melalui CCTV baru diketahui bahwa maling tersebut melakukan praktek pencurian dengan memakai pakaian tertutup, seperti menutup muka dengan sarung warna hitam,” jelasnya.

Pihaknya merinci, ciri-ciri mesin pompa airnya yang hilang berwarna hitam dan putih dengan tabungnya yang berwarna orange. Namun malingnya hanya mengambil mesinnya saja, sedangkan tabungnya tidak diambil.

“Intinya saya minta segara lakukan pengungkapan/penangkapan terhadap pelakunya biar ada efek jerah dan biar masyarakat tenang tanpa diresahkan oleh pelaku pelaku kejahatan tersebut. Karena di sini terlalu sering kehilangan,” tegasnya.

Sementara itu, warga lain di sekitarnya mengakui keresahannya terkait maraknya tindak pencurian dan kriminal lain yang kerap terjadi di wilayahnya.

“Saya mulai prihatin dengan kondisi saat ini, sehingga sebagian masyarakat enggan untuk istirahat malam, hanya berpatroli saja tiap malam menjaga barang barang berharganya,” ujarnya.

Kopolsek Guluk-Guluk, AKP Sujarman menyampaikan memang ada warga yang kehilangan mesin pencuci motor jelang beberapa hari dari kejadian tersebut. Pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada yang menemukan mesin tersebut di tanah tegalan yang jauh dari tempat kejadian lalu diamankan, namun saat pelapor diminta nomor seri mesinnya ia mengaku tidak tau.

“Kita masih menunggu bukti-bukti yang akurat termasuk mengajukan nomor seri (Nomor rangka mesin-red). Sementara yang melepor tidak punya bukti apa-apa,” katanya.

“Sehingga, pihaknya akan tetap berupaya untuk menangkap pelaku. Namun hingga saat ini belum mengantongi identitas pelaku,” tandasnya.

Redaktur     : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here