Kuasa Hukum Korban Pelarian Anak di Bawah Umur Apresiasi Kinerja Polres Sumenep

0
33
Ketua Advokasi Hukum dan HAM, Syafrawi, S.H., di Lembaga Pembela Hukum (LPH) Madura.

SUMENEP | LIPUTAN12 – Syafrawi, S.H., kuasa hukum dari korban pelarian anak di bawah umur, mengapresiasi kinerja Kepolisian Resor (Polres) Sumenep yang telah berhasil menangkap pelaku penculikan gadis di bawah umur yang berinisial Z (korban penculikan-red) umur 15 tahun, warga Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep Madura, Provinsi Jawa Timur.

“Saya mengucapkan terimakasih dan sangat mengapresiasi atas kinerja kanit PPA dan teman-teman Sat Resmob Polres Sumenep yang telah berhasil mengakhiri pelarian tersangka Ridwan, pemuda asal dusun Bajur desa Bulaan kecamatan Batuputih yang membawa lari anak di bawah umur berinisial (Z), tadi pagi di Batuputih pada pukul 06.00 Wib, tanggal 26 Januari 2021,” ucap Syafrawi.

“Insya Allah, masyarakat akan semakin percaya atas kinerja Polres Sumenep dalam mengungkap dan menangani setiap kasus yang dilaporkan oleh masyarakat,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terkait dibawa kaburnya gadis oleh tersangka, apa ada hubungan spesial atau hanya kenal saja, Syafrawi menjelaskan bahwa anak yang masih di bawah umur tidak memiliki kapasitas secara baik dan bisa dipertanggungjawabkan untuk menentukan dirinya memiliki perasaan terhadap orang lain. Yang jelas anak berusia 15 tahun itu berada di bawah perlindungan hukum kita saat ini.

“Dia belum cukup stabil untuk menyatakan suka kepada seseorang. Sekali lagi ini masih di bawah umur. Jadi, tidak usah ditanyakan lagi bahwa yang bersangkutan sudah berada di bawah perlindungan hukum,” jelasnya pria yang juga menjabat Ketua Advokasi Hukum dan HAM di Lembaga Pembela Hukum (LPH) Madura ini.

Syafrawi yang juga Ketua DPC PERADI RBA Madura Raya ini pun menambahkan, sebagai kuasa hukum keluarga korban, sangat berharap dengan ditangkapnya pelaku pelarian anak di bawah umur tersebut agar diproses secara hukum oleh aparat kepolisian dan diproses dengan seberat beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku, sehingga keadilan bagi korban bisa terwujud.

“Kami berharap, Pelaku bisa diproses sesuai hukum yang berlaku, dan kami percayakan sepenuhnya terhadap kinerja Polres Sumenep,” harapnya.

Seperti diketahui, Ridwan, seorang pemuda warga Dusun Bajur Desa Bullaan Kecamatan Batu Putih membawa lari anak gadis 15 Tahun warga asal Kecamatan Batu Putih sejak Jumat (7/8/2020) dengan alasan yang tak jelas. Pada saat itu, korban yang berstatus siswa bersama Ridwan berada di rumah tersangka. Namun, setelah disamperin ke rumah tersangka, ternyata sudah menghilang, sehingga membuat keluarga korban geram atas perbuatan Ridwan.

Atas kejadian itu, Keluarga korban yang didampingi kuasa hukumnya, pada tanggal 14 Agustus 2020, melaporkan kejadian ini ke unit PPA Polres Sumenep, dengan bukti laporan polisi nomor: TBLP/182/VIII/RES.1.24/2020 Reskrim/SPKT. Polres Sumenep.

Akibat perbuatan nya itu, pelaku akan dikenakan Pasal 332 ayat (1) dan ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman kurungan selama tujuh tahun sampai sembilan tahun.

Redaktur : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here