Hanya Dituntut Pasal Perlindungan Anak, Tim Kuasa Hukum Keluarga Korban Ungkapkan Kekecewaan

0
54
Syafrawai, S.H., M.H., Ketua DPC Peradi RBA Madura Raya (dok. Kachonk/liputan12)

SUMENEP | LIPUTAN12 – Sebagai bentuk solidaritas dan simpati pada ibu Hamidah, ibu dari Selfi Nor Indasari bocah (4) tahun, yang tewas dibunuh dengan sadis oleh tersangka inisial SL yang tak lain adalah kerabat dekat korban, mendapat perhatian khusus dari tim hukum DPC Peradi RBA Madura Raya.

Selfi Nor Indasari Bocah warga asal Dusun Tamba Agung, Desa Tamba Agung Ares, Kecamatan Ambunten, Sumenep, ditemukan tewas cecara misterius di dalam sumur tua dan terbungkus karung, ternyata dibunuh tersangka SL yang tak lain adalah kerabat dekat korban.

Tim hukum DPC Peradi RBA Madura Raya selaku kuasa kukum keluarga korban, mengaku kecewa terhadap penerapan pasal yang diberikan terhadap pelaku. Pasalnya, penyidik Polres Sumenep hanya menerapkan pasal perlindungan kepada tersangka SL, yang seharusnya tersangka ini dapat hukuman yang berat.

“Tersangka SL hanya dijerat dengan pasal 80 ayat (3) UU nomor 17 tahun 2016 atas perubahan UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Sementara dari motif pembunuhannya, jelas ini direncanakan. Karena dalam pengakuan tersangka ada motif cemburu dan motif memang mau merampas perhiasannya,” ungkap Ketua DPC Peradi RBA Madura Raya, Syafrawi, S.H., M.H., kepada liputan12, Kamis (29/04/2021).

Syafrawi menilai terjadi ketimpangan dalam penerapan pasal tersebut.
Sebab, pelaku hanya dikenakan pasal perlindungan anak, yang ancaman hukumannya cuma 15 tahun penjara.

Sementara, Versi Kuasa Hukum keluarga korban, mestinya penyidik juga memasukkan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

“Kami selaku kuasa hukum korban merasa kecewa atas penerapan pasal tersebut, karena dirasa kurang memenuhi unsur keadilan, karena melihat dari motif pembunuhannya itu direncanakan. Sehingga pasal 340 juga perlu dimasukan,” jelasnya.

Syafrawi menuturkan, jika diurai ke belakang, pelaku telah lama menyimpan rasa dendam kepada pihak korban. Salah satu indikasinya pelaku merasa cemburu kepada ibu korban, karena diduga telah berselingkuh dengan suaminya.

Sehingga lanjut Syafrawi, saat pelaku melakukan tindakan pembunuhan bukan hanya ingin menguasai atau mengambil perhiasan yang dikenakan korban, Melainkan tindakan itu masuk serangkaian tindakan yang telah direncanakan dengan motif dendam pribadi.

“Berdasar pengakuan pelaku ada motif dendam, maka kami selaku kuasa hukum korban mohon agar memasukkan juga pasal 340 KUHP,” tegasnya.

Jadi sekali lagi kami selaku kuasa hukum keluarga korban meminta penyidik lebih objektif menangani kasus itu. Tersangka dianggap sudah selayaknya mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa orang laen secara sadis.

“Menurut kami, pasal yang dikenakan tidak sesuai dengan perbuatan keji tersangka. Pembunuhan itu sudah didasari perencanaan. Kami minta polisi memberikan hukuman setimpal,” tukasnya.

Sebelumnya penyidik Polres Sumenep menetapkan SL, warga Desa Tamba Agung Ares, Kecamatan Ambunten sebagai tersangka atas pembunuhan terhadap anak yatim bocah 4 tahun yang dibunuh secara sadis dengan cara di bungkus karung putih dan di buang ke sumur tua yang terletak di pinggir pantai yang ada di Dusun Pandan, Desa Ambunten Tengah Kecamatan Ambunten.

Tersangka ditangkap dirumahnya pada hari Rabu 28/04/2021 di Desa Tamba Agung Ares Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep yang tak lain masih tetangga dan juga kerabat dekat Korban.

Dalam kasus tersebut polisi mengamankan barang bukti (BB) satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam kombinasi kuning, perhiasan berbentuk anting dengan berat + ½ gram, satu buah kerudung warna hitam, dan warna biru tosca, satu buah karung bekas pakan ayam warna putih, satu buah rok pendek warna kuning, satu buah kaos lengan pendek warna putih, satu buah kaos singlet warna ungu bertuliskan Hello Kitty, satu buah celana dalam warna kuning, dan uang sejumlah Rp. 4 juta.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) UU RI nomor 17 tahun 2016 atas perubahan UU RI no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, Dengan Ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Diketahui sebelumnya, Jasad Selfi (Korban) baru ditemukan tiga hari pada Rabu (21/04/2021) siang, setelah dikabarkan hilang sejak Ahad (18/04/2021) sekitar Jam 11.00 WIB. Saat ditemukan anak yatim tersebut telah meninggal dunia dengan terbungkus karung di dalam sumur tua. Dan Perhiasan emas sekitar 12 gram, berupa kalung, gelang dan juga antingnya Raib di protoli pelaku, saat ini Tersangka sudah ditahan di Mapolres Sumenep atas laporan polisi, nomor: LP-B/02/IV/RES.1.8/2021/SUMENEP/SPKT Polsek Ambunten, sejak tanggal 21 April 2021 kemarin.

Redaktur     : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here