Diduga Memeras, Oknum LSM di Sampang Dikandangin Polisi

0
64

SAMPANG | LIPUTAN12 – Kepolisian Resor (Polres) Sampang menetapkan dua oknum LSM di Kota Bahari Sampang sebagai tersangka atas kasus tindak pidana pemerasan terhadap salah satu pelaksana proyek dana hibah di salah satu warung kopi d jalan Makboel Kecamatan Sampang.

Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz menyampaikan, tersangka bernama Riski (42) tahun, warga Desa Aeng Sareh, Kota Sampang, dan Amir Hamzah (38) tahun, warga jalan Pahlawan, Sampang. Keduanya memeras Asbi (32) tahun, warga Desa Gulbung, Kecamatan Pangarengan, terkait pelaksanaan proyek Pokmas.

“Kedua tersangka diamankan pada Sabtu (20/2) malam, di sebuah warung kopi di jalan Makboel, Sampang,” kata AKBP Abdul Hafidz saat gelar konferensi pers di Mapolres Sampang, Selasa (23/2/2021).

Abdul Hafidz menuturkan, hasil penangkapan ditemukan identitas kartu milik Riski dan Amir Hamzah. Keduanya sebagai anggota LSM Badan Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Republik Indonesia (BP3RI) dan LSM Komunitas Pengawas Korupsi (KPK) RI untuk menyerahkan sejumlah uang hasil dari proses negosiasi sebelumnya.

“Jadi dua tersangka adalah oknum LSM, awal kasus pemerasan ini berawal dari laporan korban bahwa diancam dan diperas,” jelasnya.

Sementara dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Riki Donaire Piliang menjelaskan, berawal pada hari Sabtu (13/2), di mana tersangka mendatangi lokasi pekerjaan Pokmas dengan nilai anggaran sebesar 300 Juta.

Saat itu, korban mencoba berkomunikasi dengan tersangka agar hasil temuannya tidak perlu panjang lebar serta tidak menghubungi Ketua Pokmas.

“Terjadilah komunikasi antara korban dengan tersangka, bahkan korban diancam pengerjaan proyek itu mau dilaporkan ke pihak berwenang,” jelas Riki.

Menurut AKP Riki, apabila persoalan tersebut tidak mau dilaporkan maka korban cukup dengan membayar uang senesar 100 Juta kepada tersangka. Atas ancaman itu korban merasa takut terancam dan diperas.

Karena korban tidak memiliki uang sebanyak itu, maka tawar menawar terjadi, hingga Deal 40 Juta, hingga pada hari Sabtu (20/2) di warung kopi korban menemui ajakan tersangka bertemu di sebuah cafe di jalan Makboel.

Saat pertemuan, korban meminta didampingi petugas kepolisian agar tidak terjadi sesuatu. Setelah uang diterima, dua tersangka turut diamankan beserta uang tunai Rp 19,4 juta.

“Korban diminta uang Rp 100 juta tapi tidak mau hingga akhirnya deal negosiasi sampai Rp 40 juta, namun saat pertemuan korban hanya membawa uang Rp 19,4 juta dan sisanya mau dibayarkan keesokan harinya,” terangnya.

AKP Riki menambahkan, kasus tersebut bukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), tetapi kasus tersebut murni pemerasan karena korban sendiri telah melaporkannya,  sedangkan untuk keterlibatan oknum LSM lain nya masih dalam pendalaman.

”Ingat ini bukan OTT, tetapi kasus pemerasan, korbannya sendiri yang melaporkan kepada kami, setelah dilakukan ada di lokasi anggota melihatnya langsung dan seketika itu mengamankan kedua tersangka tersebut,” imbuhnya.

Selain mengamankan 2 tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti uang tunai 19.400.000, 1 HP merek Vivo, 1 HP merek Nokia X6, 1 HP Iphone XS, 2 lembar screnshoot percakapan WA Asbi dengan H Riski serta 4 lembar screnshoot percakapan WA Asbi dengan Amir Hamzah.

“Kedua tersangka telah melakukan pemerasan dengan pengancaman, sehingga dianggap melanggar pasal 368 ayat 1 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” tukasnya.

Penulis       : Rara/Kachonk
Redaktur    : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here