Apes, Oknum Wartawan dan ASN di Pamekasan Diciduk Polisi Atas Kasus Dugaan Pemerasan

0
55
Foto : Illustrasi

PAMEKASAN | LIPUTAN 12 – Seorang oknum aparatur sipil negara atau ASN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan bersama dengan satu orang temannya yang mengaku sebagai wartawan media online, ditangkap aparat Kepolisian Resor (Polres Pamekasan, Senin (18/7/2022).

Keduanya ditangkap karena diduga melakukan pemerasan terhadap mantan Kepala Desa (Kades) Tanjung hasil pergantian antar waktu (PAW) di Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan.

Kanit Pidana Umum (Pidum) Sat Reskrim Polres Pamekasan Ipda M. Kadarisman membenarkan jika keduanya ditangkap, karena diduga terlibat kasus pemerasan terhadap Saridah (40) tahun, mantan Kepala Desa Tanjung, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan.

“Sementara oknum ASN itu berinisial ASB (50) tahun, warga Kecamatan Pegantenan. Sedangkan temannya yang mengaku sebagai wartawan media online berinisal MS (38), warga Kecamatan Batumarmar,” kata M. Kadarisman melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (19/7) kemarin.

Dijelaskannya, sejak hari Senin, keduanya sudah dilakukan pemeriksaan selama beberapa jam, dan ditetapkan sebagai tersangka. Kemudian penyidik langsung melakukan penahanan terhadap keduanya.

“Kasus dugaan pemerasan itu terungkap setelah korban Saridah melaporkan ke kami jika ia telah diperas oleh ASB dan MS. Kemudian kami melakukan penangkapan,” jelasnya.

Ipda M. Kadarisman menambahkan, jika kedua tersangka ini mempunyai peran berbeda, tersangka ASB berperan sebagai perantara, sementara tersangka MS mengaku sebagai wartawan online yang memuat berita tentang kasus Dana Desa (DD) di Desa Tanjung, Kecamatan Pegantenan.

“Modus operandi yang dilakukan kedua tersangka kepada korban, dengan meminta uang sebesar Rp 80 juta untuk menghapus berita yang sudah terbit di media online. Namun, korban tidak menyanggupi, hingga turun menjadi Rp 60 juta, dan itupun tidak disanggupi,” ungkapnya.

Tawar menawarpun terus dilakukan antara korban dengan kedua tersangka, hingga akhirnya disepakati Rp 30 juta, dan sepakat dibayar DP sebesar Rp4 juta di salah satu cafe di Dusun Badung Tengah, Desa Larangan Badung, Kecamatan Kecamatan Palengaan sekitar pukul 20.42 WIB.

“Setelah itu, korban langsung melaporkan kejadian pemerasan itu kepada Polisi. Mendengar laporan tersebut akhirnya polisi bergerak cepat menangkap ke dua orang itu untuk diperiksa,” tegasnya.

Saat ini, kedua tersangka berikut barang bukti (BB) uang sebanyak Rp 4 juta, Handphone Samsung dan Handphone Iphone 7 plus.

“Penyidik menjerat kedua tersangka dengan Pasal 368 ayat 1 sub Pasal 369 ayat 1 sub 378 KUHP. Dengan ancaman pidana paling lama 9 tahun kurungan penjara,” pungkasnya.

Editor                    : Lekat Azadi
Copyright © liputan12.id 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here