Wartawan Dituntut Mampu Sajikan Pemberitaan Informatif bukan Subjektif

0
74
Khoirul Azwar Siregar, Editor Senior Republika (tengah) dan Putra Gara, Pimpinan Redaksi Media online (kiri) serta Em Liswandi, Ketua Pokja Wartawan Kabupaten Bogor di Ngariung Pancakarsa Pokja, Selasa (22/6/2021).

BOGOR | LIPUTAN12 – Editor senior Republika Khoirul Azwar Siregar mengatakan seorang wartawan dituntut mampu memberikan pemberitaan yang dibutuhkan masyarakat dan bermanfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, wartawan harus tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik (KIJ), dan terus mengembangkan kemampuan dalam penulisan berita sehingga pemberitaan yang kita buat dapat bermanfaat dan mengedukasi masyarakat sebagaimana fungsi pers itu sendiri yakni memberikan edukasi yang positif.

“Hindari membuat berita yang subjektif atau kata lain membuat berita yang hanya mencari cari kesalahan perseorangan ataupun lembaga tertentu,” ungkap Khoirul Azawar Siregar dalam pemaparannya saat jadi narasumber di acara diskusi ‘Ngariung Pancakarsa’ yang diselenggarakan Kelompok kerja (Pokja) Wartawan Kabupaten Bogor, Selasa (22/6/2021), yang mengusung tema “Peran Wartawan dalam Laju Pembangunan Kabupaten Bogor.”

“Intinya, masyarakat tidak membutuhkan lagi berita berita tentang kriminal, politik dan lainnya, tapi masyarakat butuh pemberitaan yang informatif bukan subyektif,” sambungnya.

Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor ini menambahkan, kalau kita kaitkan dengan program pancakarsa bupati bogor, tentunya pemberitaan yang dibutuhkan masyarakat tentang capaian pembangunan di kabupaten Bogor, seperti tentang pembangunan ekonomi, kesehatan dan lain sebagainya.

“Intinya pemberitaan yang positif, tentang capaian program bupati Bogor yakni pancakarsa, bukan pemberitaan tentang pembununhan dan politik, sebab itu hanya untuk segelintir orang dan dari kalangan tertentu saja,” jelas Bang Khoirul sapaan akrabnya.

“Namun, lanjut Bang Khoirul, untuk mengarah ke sana kita tentunya harus terus menggali dan belajar serta terus mengembangkan pengetahuan agar mampu memberikan hal positif bagi pembangunan, khususnya pembangunan di kabupaten Bogor,” tandasnya.

Di kesempatan yang sama, Putra Gara, yang juga pemimpin redaksi salah satu media online, mengatakan bahwa wartawan harus faham dengan fungsi dan perannya sebagai penyampai informasi yang memberikan edukasi positif terhadap masyarakat. Pokja Wartawan Kabupaten Bogor adalah bagian dari pembangunan kabupaten bogor.

“Tentunya kita harus ambil peranan ini dengan memberikan pemberitaan positif dan berimbang, memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap hasil hasil atau capaian pembangunan di kabupaten bogor,” ungkapnya.

“Saya mengajak kepada rekan semua mari kita terus berkreasi dan meningkatkan kreatifitas dan lebih produktif lagi dalam mendukung laju pembangunan khususnya pembangunan di kabupaten bogor,” harapnya.

Sementara Ketua Pokja Wartawan Kabupaten Bogor Em Liswandi dalam sambutannya mengatakan secara garis besar kita selaku profesi pers sebagai mitra kerja pemerintah kabupaten Bogor tentunya memiliki kewajiban untuk terus mendorong program program pembangunan terutama program pancakarsa dari Bupati dan Wakil Bupati Bogor agar terwujud sesuai harapan.

“Program pancakarsa perlu kita kawal dan kita dorong agar terwujud sesuai harapan masyarakat,” ucapnya.

“Namun, di sisi lain kita juga wajib memberikan kritikan terhadap program yang dilaksanakan, dengan kritikan positif dan membangun serta bisa memberikan solusi,” tukasnya.

Redaktur    : Lekat Azadi
Copyright ©2021 liputan12.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here